ulasan. resensi. kesan.

ulasan. resensi. kesan. ini bukuku, apa bukumu?
Tampilkan postingan dengan label graphic novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label graphic novel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Januari 2016

Karamazov Bersaudara

Karamazov BersaudaraKaramazov Bersaudara by Variety Art Works

My rating: 5 of 5 stars


Aku sudah membayangkan tak akan pernah sanggup menghabiskan karya penulis Rusia yang bukunya setebal bantal itu.Tapi karena dituliskan dalam bentuk komik, jadi aku mau membacanya, dan ternyata kisah keluarga Karamazov ini luar biasa kerennya. Pantas saja Dostoevsky dijadikan bahan pamer buku bermutu yang sudah dibaca. Thriller dan saga beserta pesan moralnya begitu mencekam.
Seandainya sanggup, mungkin lebih baik membaca versi aslinya yang hanya melulu tulisan. Benar, deh.



View all my reviews

Jumat, 01 Maret 2013

Sepeda Merah Vol. 2: Bunga-Bunga Hollyhock

Sepeda Merah Vol. 2: Bunga-Bunga HollyhockSepeda Merah Vol. 2: Bunga-Bunga Hollyhock by Kim Dong Hwa

My rating: 4 of 5 stars


Cerita di buku kedua ini lebih mengharukan daripada Sepeda Merah 1. Di sini lebih banyak diceritakan tentang pasangan kakek nenek yang mendiami Yahwari.

Bisa dibayangkan perasaan orang-orang tua itu yang ditinggalkan anak-anaknya merantau, baik menjadi bahagia atau sedih, mereka tak berhenti mendoakan anak2nya..,

Hanya tukang pos pelipur kangen mereka yang menyampaikan kabar dari orang-orang yang mereka sayang...





View all my reviews

Sepeda Merah Vol. 1: Yahwari

Sepeda Merah Vol. 1: YahwariSepeda Merah Vol. 1: Yahwari by Kim Dong Hwa

My rating: 4 of 5 stars


Buku ini mengingatkanku pada masa kecilku yang sering berkirim-kiriman surat dengan sahabat penaku di luar kota. Ketika itu aku selalu senang apabila tukang pos datang dengan sepedanya dan membawakan surat untukku. Di masa itu, aku juga masih mengoleksi perangko dan sampul hari pertama.

Aku juga teriingat pada almarhum kakekku dan uwakku yang bekerja di Kantor Pos dulu, dan sering menceritakan tentang pengalaman-pengalaman mereka bekerja dengan surat menyurat. Teringat kantor pos almarhum uwakku di Kadugede Kuningan, Cirebon, Jawa Barat, tempat aku sering menghabiskan masa liburan dengan bermain-main petak umpet di dalam kantor pos, kadang membantu menimbang paket, melihat-lihat buku perangko yang belum dirobek, bermain-main dengan cap tanggal. Warna jingga yang selalu menghiasi kantor dan rumah dinas mereka adalah warna kenangan masa kecilku.

Seperti kakek dan uwakku, si tukang pos bersepeda merah ini juga sangat mencintai pekerjaannya, mengantarkan kabar pada orang-orang tanpa alamat surat, hanya dengan menamai rumah dengan cantik.

Buku ini membuat... tersenyum manis.



View all my reviews

The Giving Tree

The Giving TreeThe Giving Tree by Shel Silverstein

My rating: 4 of 5 stars






View all my reviews

The Missing Piece

The Missing PieceThe Missing Piece by Shel Silverstein

My rating: 4 of 5 stars


complete isn't always perfect.
when you think you find something fit, maybe it will hold you close.



View all my reviews

Rabu, 31 Oktober 2012

The Adventures of Tintin, Vol. 7: The Castafiore Emerald / Flight 714 / Tintin and the Picaros

The Adventures of Tintin, Vol. 7: The Castafiore Emerald / Flight 714 / Tintin and the PicarosThe Adventures of Tintin, Vol. 7: The Castafiore Emerald / Flight 714 / Tintin and the Picaros by Hergé
My rating: 5 of 5 stars

Di bundel ini, Flight 714 penerbangan ke Sydney, adalah salah satu favoritku di serial Tintin. Sewaktu kecil aku belum pernah membaca judul yang ini dan alangkah senangnya ketika melihat latar di halaman pertama adalah Djakarta! Wow! Bangga juga punya negara yang masuk ke buku Tintin.
Dan untunglah aku membaca dalam bahasa Inggrisnya sehingga ketika sampai pada dialek berbahasa Indonesia, lha kok.. Rupanya Mr. Herge memasukkan bebarapa percakapan lokal di sini ketika pesawat ini dibajak dan mendarat darurat di suatu wilayah yang kukira adalah Flores. Soalnya, di gambarnya ada binatang Komodo yang Indonesia punya itu lho.. (eh, mungkin juga di pulau Komodo) Pertemuan Tintin dan musuh bebuyutannya Rastapopulous yang dengan liciknya berebutan harta karun dan trik-trik pintu rahasia, banyak mengundang tawa. Seperti biasa Tintin selamat dengan cara yang ajaib dan beruntung. Petualangan Tintin selalu membuatku ingin berkelana melihat negeri-negeri yang ia jelajahi.

View all my reviews

Selasa, 02 Oktober 2012

33 Pesan Nabi Vol. 2: Jaga Hati, Buka Pikiran

33 Pesan Nabi Vol. 2: Jaga Hati, Buka Pikiran33 Pesan Nabi Vol. 2: Jaga Hati, Buka Pikiran by Vbi Djenggotten
My rating: 4 of 5 stars

Pernah pada suatu perjalanan pulang sembari melihat kota yang dipenuhi baliho wajah calon kepala daerah, aku bertanya pada seorang sahabat (yang kebetulan agak beken), “Kamu nggak pernah ditawari jadi caleg?”
Lalu jawabnya sambil tertawa,”Emang nggak ada pekerjaan lain yang lebih halal, In?”
Hahaha, rupanya jadi caleg sudah sedemikian parahnya sampai membuat orang malu untuk menjabatnya. Seandainya semua orang menyadari bahwa menjadi wakil rakyat adalah tanggung jawab, bukannya sesuatu hal yang diperebutkan (fasilitasnya), tentu orang berpikir tentang tanggung jawab yang akan ia terima bukan hanya di dunia, namun di akhirat kelak, kesanggupan menjalankannya dengan adil untuk kepentingan rakyat.

Salah satu cerita di buku ini adalah tentang Mas Tessy, induk semang kos Vbi yang ternyata di masa mudanya pernah menjadi caleg. Mas Tessy adalah seorang kaya dengan usaha berhasil kemudian atas kesadarannya sendiri (karena tak mau kalah dari teman) mencalonkan diri menjadi wakil rakyat. Tak dinyana, di partai dimintai sumbangan ini itu pembangunan ini itu dengan dalih supaya dirinya populer dan terpilih. Ternyata oh ternyata, mas Tessy nggak terpilih padahal sudah menghabiskan kekayaannya.

Yang mengharukan adalah istri mas Tessy yang ikhlas dengan semua itu dan mengembalikan semua ke jalan Allah.. so sweet.. Dituliskan dengan gaya komikal ala vbi, membuat kita menyadari untuk memperbesar ikhlas itu karena semua kepunyaan-Nya.

Ini karya vbi keempat yang aku baca, masih dengan tokoh mas-mas kriwil yang lucu, kini ia bercerita islami yang mendidik namun tidak terasa menggurui, lebih ke perenungan2nya sebagai seorang manusia.
Beberapa waktu yang lalu aku mendengar vbi, dan istrinya Mira sahabatku dan anak mereka Imandaru yang lucu memutuskan untuk pindah ke Malang dan memulai hidup baru di sana. Ternyata kenapa ia sampai pindah, ada di bagian akhir komik ini. Mengharukan sekali dan semoga mereka mendapat kebahagiaan lebih dengan jalan hidup mereka...

View all my reviews

Selasa, 31 Januari 2012

Tintin 3 in 1 Complete Vol.6

Tintin 3 Complette Vol.6Tintin 3 Complette Vol.6 by Herge
My rating: 5 of 5 stars

#2011-55

Sudah dua tahun aku memburu buku ini. Karena aku punya semua jilid dari seri Tintin hardcover ini, yang kukumpulkan satu demi satu, menabung, kecuali nomor ini, karena aku mencarinya kemanapun. Setiap ke toko buku impor yang kucari adalah buku ini. Susahnya, karena ini adalah edisi lama. Sementara edisi barunya sampulnya beda, dan ukurannya beda juga. Tidak bagus kalau dikumpulkan jadi satu dengan jilid-jilid yang aku miliki, sehingga aku tidak membelinya.

Aku trauma membeli online. Pernah aku memesan dari satu toko buku online di Indonesia, bahkan sampai menunggu 1 bulan sampai datang, karena ia memesan dari luar negeri juga. Sesudah datang, eh, tetap saja sampulnya yang baru, padahal yang dipajang di situsnya adalah sampul yang aku idamkan. Langsung aku kembalikan lagi.
Maka ketika ada di amazon atau book depository mengaku menjual dengan sampul biru ini, aku tak langsung percaya. Kukirimkan email bertanya mengenai konsistensi sampul. Nah, balasannya mereka tak bisa jamin bahwa yang tercantum dalam situs mereka adalah edisi sampul yang sama!
Satu-satunya cara, maka aku harus melihat wujud fisiknya dulu, baru aku membeli. Dan itu berarti aku harus keliling toko buku. Juga teman-teman yang sedang berada di luar negeri kutitipi siapa tahu menemukan edisi incaranku ini.

Lalu aku menemukannya ditawarkan di satu forum jual beli. Langsung kuhubungi orangnya dan bertanya, apakah barangnya masih ada? Masih katanya. Harganya? xxx, katanya. Belum kusetujui untuk membeli, masih ingin membandingkan harga. (kemana?)
Tak disangka, beberapa hari kemudian aku datang ke pameran buku, dan mampir ke stan toko buku ak.sa.ra favoritku, dan bertanya, adakah mereka jual buku Tintin yang kuidamkan ini? Mereka bilang, nanti kami cek ya, sepertinya ada. Keesokan paginya, ternyata dari ak.sa.ra menellepon dan mengatakan kalau buku impianku itu ada!!!
Yihaaa!!! Harganya di bawah xxx pula.
Maka dua hari berselang kemudian aku menjemput si Tintin ini di toko buku tersebut. Dan ia dalam genggamanku sekarang..

Satu yang paling kuperhatikan dalam cerita Tintin ini sejak Destination Moon sampai Tintin in Tibet adalah kemampuan (atau kekurangan) tali temalinya. Bahkan roket, tank bulan, dan menaiki tebing, semua hanya tali belaka, tanpa alat bantu carabiner, towing, atau sejenisnya. Wuih! Imajinasi...

View all my reviews

Sabtu, 28 Januari 2012

Adventures of Tintin: Land of Black Gold, Destination Moon & Explorers on the Moon

Adventures of Tintin: Land of Black Gold, Destination Moon & Explorers on the MoonAdventures of Tintin: Land of Black Gold, Destination Moon & Explorers on the Moon by Hergé
My rating: 4 of 5 stars

#2011-51

Seri Tintin 3 in 1 ini adalah salah satu yang menjadi favorit saya. Sudah pernah baca di waktu kecil, dan baca lagi sekarang edisi bahasa Inggrisnya. Sengaja memang tidak beli lagi edisi bahasa Indonesianya yang diterbitkan Gramedia, soalnya nama2nya lain dari yang aku kenal waktu kecil dulu.
Jadi di sini masih Calculus, Snowy, Thomson dan Thompson..

Pertama adalah pertemuan Tintin dan Capt. Haddock dengan Abdullah, anak Ben Kalish Bab, pengusaha minyak kaya raya dari dataran Arab. Abdullah yang nakalnya luar biasa ini, sering sekali mempermainkan Captain Haddock. Lucu juga, perjalanan mereka di padang pasir dengan humor khas padang pasir seperti fatamorgana, badai pasir, kebodohan Thomson and Thompson berputar-putar di gurun. Juga intrik-intrik di ladang minyak dengan sejuta keberuntungan untuk Tintin.

Perjalanan ke bulan yang kocak banget!
Bayangkan, seorang reporter, seorang pelaut, seorang ilmuwan, pergi ke Bulan.. (ngapain juga ada pelaut pergi ke bulan?), apalagi pelaut ini adalah pelaut yang suka minum mabuk dan suka mengumpat-ngumpat. Bayangkan apabila 'blistering barnacles!'-nya itu dipakai di luar angkasa, menjadi 'sejuta badai asteroid!' . Belum lagi keikutsertaan dua detektif yang ketiduran di dalam roket dan tanpa sengaja terbawa waktu tinggal landas. Lebih lucunya lagi, ketika rambut mereka tumbuh terus menerus..

Pengen juga bagian yang ini difilmkan, pasti seru juga. Dari cuma perjalanan orang-orang lucu ini, bisa jadi heboh banget, perang bintang, konspirasi, perebutan kekuasaan dunia..
Waktu baca ini jadi mikir seorang teman yang pergi ke Tibet karena terinspirasi oleh buku Tintin in Tibet. Lalu, sesudah baca Exploring to the Moon lalu saya tanya,”Dan, kamu kapan pergi ke bulan?”




View all my reviews

33 Pesan Nabi: Jaga Mata, Jaga Telinga, Jaga Mulut

33 Pesan Nabi: Jaga Mata, Jaga Telinga, Jaga Mulut33 Pesan Nabi: Jaga Mata, Jaga Telinga, Jaga Mulut by Vbi Djenggotten
My rating: 4 of 5 stars

#2011-43

dapat hadiah dari tante Sweetdhee buat ulang tahunnya Bintang yang ke 5.

pagi ini dibaca bintang,
"jaga mata, jaga telinga, jaga mulut.."
"yang jaga hidung siapa, bun?? "


*bundanya ngikik*

View all my reviews

Senin, 26 September 2011

Warna Air

Warna Air Warna Air by Kim Dong Hwa

My rating: 5 of 5 stars


#2010-86#



ibu :

Seorang anak berharga, namun rapuh. Seorang ibu tidak akan membiarkan anaknya tidur di atas lantai yang kasar, makan buah yang bentuknya tidak sempurna, mengenakan pakaian compang-camping, atau menelan makanan yang sulit dikunyah. Begitulah hati seorang ibu.( h. 166)

Masa pubertas hanya datang satu kali. Saat tersebutlah yang rawan karena euforia kegembiraan yang meluap-luap, bak bunga yang mekar dan memamerkan kecantikannya. Pada seorang gadis saatnya wajahnya bersinar cerah, ditambah bibir yang merekah. Perubahan menjadi bentuk perempuan yang sesungguhnya, tidak hanya dengan dada dan pinggul yang membesar, namun juga hati yang berdesir-desir. Saat itulah ujian bagi seorang ibu, untuk memberikan pengetahuan yang benar tentang masa remaja, gejolak gairah yang terjadi, sehingga dapat melewati masa ini dengan selamat.

ehwa :

Aku selalu mengira berpacaran itu semanis tebu, tetapi kusadari hal itu juga pahit. Dia bagaikan sumur yang tak pernah kering, tak peduli seberapa sering aku menimba airnya, tak peduli seberapa sering aku melihatnya, sepertinya aku takkan puas memandang wajahnya. Kami baru berpisah beberapa menit, tapi aku sudah merindukannya. (h. 202)

Bagaimana rasanya jatuh cinta? Semua yang tampak bagaikan dia. Harumnya udara adalah wanginya. Perasaan yang muncul ketika menjelma menjadi seorang gadis. Keingintahuan akan hubungan laki-laki dan perempuan. Membayangkan ciuman pertama. Belajar tentang kelebihan diri, sesuatu yang harus dijaga, sesuatu tentang hal-hal yang lebih intim.

Tak disangkal, masa remaja adalah masa mencari cinta, masa melihat dunia, masa memilih, namun belum menjatuhkan pilihan. Manis ceria, pahit dan getir rasa tertuang, namun belum meninggalkan luka dalam hati, karena luka bisa sembuh oleh waktu.

ibu & ehwa :

Laki-laki yang terpikat oleh aroma bunga hanya akan tinggal sekejap. Laki-laki yang datang karena cinta akan tinggal seumur hidup. (h. 209)

Hubungan ibu dan anak gadis yang bagai sahabat dekat, makin erat di masa remaja si anak, terlebih ketika masing-masing punya kekasih sendiri. Mereka saling mencurahkan perasaan, pengalaman sehari-hari dan cinta mereka. Hubungan yang dijaga dengan baik, akan membuat si gadis percaya pada ibunya, dan tahu bahwa kata-katanya yang terbaik untuknya.

ehwa & bongsoon :

Ambil seutas rambutmu dan ikatkan pada cincin. Putar cincin itu dan hitunglah sampai cincin itu akhirnya berhenti bergerak. Angka ketika cincin berhenti adalah umurmu saat menikah. (h. 262)

Sebagian besar impian gadis-gadis remaja adalah dengan siapa mereka menikah kelak? Maka ramal-ramalan menjadi cara ampuh untuk mengetahui siapa yang bakal mendampingi mereka kelak. Jodoh masa depan yang seolah ditentukan sekarang.

Percaya tidak percaya, aku pernah melakukan ramalan cincin ini dengan keenam sahabatku, ketika kami menginap di tepi pantai sesudah sidang skripsi. Ikat cincin kawin emas (kebetulan ada teman yang sudah menikah) dengan rambutmu, lalu diangkat naik turun gelas sesuai dengan umurmu, sesudah itu diamkan, maka cincin akan berputar dan berdenting membentur gelas. Jumlah dentingan itulah jumlah tahun yang akan kamu lalui sebelum menikah. Jadi kalau berdenting 1, mungkin tahun depan ia menikah.
Percaya tidak percaya, setiap salah satu dari kita menikah, kita selalu ingat pada ramalan itu. Dan kalaupun diingat-ingat, andaikata jumlah tahunnya plus minus benar, tapi seingat kami urutannya yang benar, siapa yang duluan dan siapa yang belakangan.
Percaya tidak percaya, temanku yang sudah menikah itu mencoba ramalan ini dan cincinnya tidak berdenting sama sekali ketika berputar, tidak sekalipun menyentuh dinding gelas. Dan seorang teman lain yang mendapat ramalan serupa, sampai sekarang belum menikah. Tadinya malah kami menafsirkan mungkin ia menikah pada tahun ini juga, tapi ternyata salah.
Percaya tidak percaya, silahkan coba kalau berminat. Ini sih permainan ramalan buat asyik-asyikan aja. Namanya juga gadis belia.

Ketika musim semi tiba, kupu-kupu kuning dan kupu-kupu harimau selalu kembali. Mereka hinggap di punggungmu seolah-olah ingin menepuk bahumu, berterima kasih karena kau sudah menantikan mereka. (h.293)




View all my reviews

Minggu, 25 September 2011

Warna Tanah

Warna TanahWarna Tanah by Kim Dong Hwa

My rating: 5 of 5 stars


#2010-81#



“Jadi bukan karena kita cacat, melainkan karena kita perempuan? Lalu kenapa Dongchul dan Moonsho punya burung sementara anak-anak perempuan tidak punya?”(h.35)

Orangtua, sesulit apa pun, harus bisa menjelaskan tentang seksualitas pada anaknya. Pertanyaan-pertanyaan Ehwa di buku ini cukup menggelitik, membayangkan beberapa tahun lagi mungkin anak perempuanku akan bertanya hal-hal serupa. Kalau sekarang hanya bisa menjelaskan pertanyaan tentang bedanya laki-laki dan perempuan, hanya sebatas pengetahuan tak berdasar yang mudah di cerna oleh seorang anak balita.

(Bin) Kenapa aku pakai anting?
(Bun) Karena kamu kan peremuan, sayang..
(Bin) Bunda koq nggak pakai anting?
(Bun) Anting bunda di lemari, kan dipakainya nanti habis mandi..


Perubahan tubuh perempuan, dari masa kanak-kanak hingga masa akil balik, juga perubahan rasa hati, hingga mengenal jatuh cinta. Perubahan yang tak disadari, namun terjadi juga. Hubungan yang erat antara ibu dan anak perempuannya sehingga semua bisa diceritakan dengan jujur tanpa harus tertutup-tutupi oleh tabu.

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam buku ini pasti muncul dalam kehidupan sehari-hari kita. Atau mungkin kita pernah menanyakannya sewaktu kecil? Kalau terlalu ditutup-tutupi, dianggap saru, malah bisa-bisa anak tidak berani tanya, dan mengetahuinya dari sumber yang salah. Apalagi masalah jatuh cinta. Hal yang tak tahu kapan terjadi dan bisa membuat dada berdebar dan pipi bersemu merah.

“Tapi apa yang mungkin disembunyikan seorang gadis selain hal itu? Kau mungkin tak tahu apa yang harus kau lakukan karena khawatir seseorang akan memperhatikan bunga harum yang merekah di dalam hidupmu.”(h.131)

Beruntunglah ibu Ehwa yang janda ini anaknya perempuan. Sehingga ia bisa membagi semua pengalamannya sebagai perempuan kepada anaknya. Sulitnya menjadi orang tua seorang diri, yang harus rela dihina lewat kata-kata oleh lelaki, yang menganggap itu sebagai lelucon belaka. Sehingga ketika Ehwa mengalami hal yang sama, ia bisa mengajarkan bagaimana menghadapinya. Sebagai ibu, ia amat sayang dan menjadikan anaknya sebagai tempat mencurahkan segala perasaannya.

“Meskipun seorang putra akan tinggal bersamaku sampai aku meninggal dunia, aku takkan pernah dapat mengatakan padanya segala sesuatu yang kukatakan padamu. Aku takkan pernah bisa mengungkapkan kerapuhanku pada seorang putra.” (h.228)

Tak semua laki-laki menyebalkan seperti tetangga-tetangga Ehwa. Digambarkan si pengembara yang sopan, juga biksu cilik yang juga mengalami akil balik, sehingga menjelaskan juga perbedaan akil balik pada laki-laki dan perempuan. Biksu cilik yang mempertentangkan jatuh cintanya pada Ehwa atau pengabdiannya pada kuil.

Jadi, ada apa dengan hujan dan bunga?

“Tunggu dan lihat saja. Baik dalam hujan maupun salju, aku akan menjadi bunga yang indah dan wangi.” Ehwa. (h.184)

Goresan gambar pena yang indah..
Karena itu di belakangnya ada tulisan novel grafis dewasa. yah, kalau anak-anak membaca, butuh pendampingan orang dewasa, karena memang ada beberapa adegan dewasa. Melalui gambar, sosok Ehwa dan ibunya, yang dilukiskan dengan indah menjadi hidup. Detail-detail pohon, maupun berbagai tanaman yang menjadi latar cerita ini digambar dengan rapi dan teliti. Membuat jatuh cinta dan ingin membaca lanjutannya...

View all my reviews

Sabtu, 18 September 2010

Duo Hippo Dinamis : Tersesat di Byzantium

Duo Hippo Dinamis : Tersesat di ByzantiumDuo Hippo Dinamis : Tersesat di Byzantium by Trinity

My rating: 3 of 5 stars


#2010-70#



Jujurnya saya tertarik dengan karya ini karena suka sekali dengan buku the Naked Traveler karya Trinity. Karena itu, saya pengen punya buku ini (dan kebetulan ada yang ngelempar pula!), karena pengen liat petualangannya di Turki, negeri yang eksotis itu.



Dan keingintahuan saya terbukti, apalagi pas bagian mandi di hamam.. Kelucuan yang membuat saya tertawa di Naked Traveler, saya temui juga di sini. Soalnya, bagian the real ‘naked’ nya itu lho..

Penggambarannya cukup oke, namun, apa karena tokohnya besar-besar begini, jadi terasa menuh-menuhin halaman? :p



Setting kota Turki, gambaran bukit-bukit sebelum naik balon, digambarkan cukup mendetail. Yang bikin saya tertarik adalah covernya yang merah. Sangat eyecatching! Koq sesudah baca buku ini, saya pengen baca episode yang di Palau. Kalau dikomikin pasti lucu..





View all my reviews

Aku Ber-Facebook Maka Aku Ada

Aku Ber-Facebook Maka Aku AdaAku Ber-Facebook Maka Aku Ada by Vbi Djenggotten

My rating: 4 of 5 stars


#2010-57#



dibaca sambil bikin SIM aja gak tamat saking cepetnya. jadi diulang di KRL depok-Jakarta.



update status :

buat SIM. tes kesehatan basa basi 15000. lah, kenapa tempatnya pisah ma kantor polisi ya? bikin bolak balik aja.

21 hours ago via Mobile Web




apa sih facebook? sampai dibikin komik ini bawa-bawa kredo Rene Descartes pula.banyak orang dengan sok tahunya berkomentar tentang facebook.



update status :

ke loket pembayaran. sim A baru 120rb. perpanjang 80rb. perpanjang aja ah, kan SIM hilang. ga usah ke loket asuransi yang 30rb itu, kata orang, nggak kepake juga.

21 hours ago via Mobile Web




waw, ternyata facebook benar-benar bisa jadi kehidupan kedua selain dunia nyata. kirim-kiriman coklat, pamer keeksisan diri dengan tag foto, nulis puisi-puisi. dan yang paling hebat adalah update status. bisa-bisanya kita cerita apa yang sedang dilakukan pada segerombolan friendlist kita.



update status :

masukin formulir ke loket pendaftaran SIM. sebelumnya ke tempat poto dulu buat minta nimbulin no SIM lama gw yang ilang. eh, ada, bagus.. trus dapat kuisioner kinerja pengurusan SIM.

21 hours ago via Mobile Web




banyak juga yang nggak berminat punya account facebook, yah karena nggak ngerasa perlu, merasa hanya permainan dunia maya.



update status :

nunggu foto SIM. lumayan. 20 menit saja.

20 hours ago via Mobile Web




indonesia, selain negara korup nomer 1, ternyata juga pengguna facebook terbesar, membanggakan?? nggak penting banget seh.. lah iya, apa kontribusinya terhadap kemajuan indonesia?



update status :

poto SIM. sisiran dulu biar ga kelihatan lecek.

20 hours ago via Mobile Web




facebook bikin ga konsentrasi, pikiran mengawang-awang, gak peduli sama sekitar, usil, komen-komenin status orang.

kalau positifnya sih bisa ketemu teman lama, mempererat tali silaturahmi. ketemu pacar lama?? bisa jadi bangeet..



ketemu musuh lama? males banget.. :( ignore aja lah, daripada dia nulis yang nggak-nggak di wall.



update status :

horee.. SIM gw udah jadi. nelpon ke ktr ga boleh ngebatalin cuti. jadi pulang aja ke rumah maenan ma bintang yang mo berangkat ke bandung.

argh, kuisionernya lupa dibalikin. gakpapa. pelayanannya bagus koq.

20 hours ago via Mobile Web




masih ada 116 friend request yang belum di-accept. habis gak kenal sih, dan ga ada friend in common-nya. sorry, emang rada protektif dikit.



SIMnya jadi, komiknya belum selesai. asik facebookan sih..



dibaca ulang deh...



View all my reviews

Married with Brondong

Married with BrondongMarried with Brondong by Mira Rahman

My rating: 5 of 5 stars


#2010-55#



Pertama lihat buku ini di toko bukunya kang Alwi, Bee-Books, pulang futsal waktu kopdar GRI Bandung.



‘Teh Indri, ini ada bukunya kakaknya Lulu nih, komik baru..’. Saya yang baru fesbukan sama Mira baru ngeh bukunya apa, soalnya di fesbuk kemaren Mira ga bilang-bilang soal komik baru, malah ngetawain saya karena saya tuduh semena-mena bahwa vbi_jenggoten itu nama pena-nya dia. Kirain kemaren fesbukan kita lagi ngomongin Aku Ber-Facebook Maka Aku Ada. Memegang buku pink dengan ilustrasi lucu ini, sekilas cukup menarik, tapi tidak menerbitkan keinginan saya untuk membelinya, dengan alasan ekonomis (ngarep gratisan sebenernya heheeuu..)



Malamnya, sial, saya baca reviewnya Luqman tentang buku ini, dan saya kepikiran untuk punya juga, koq kayaknya bagus nih, beneran pengen baca dan sharing isinya. Jadi keesokan siangnya, di sela jalan-jalan ke Toga Mas Bandung, di hujan agak deras sesudah pencarian chocolate café yang ternyata under renovation, mataku tertumbuk lagi dengan buku pink ini yang berjejeran dengan Mafalda dan Benny and Mice. Waaah, beneran pengen punya niihh.. melihat sedikit cuplikan ilustrasinya naik becak di Malang jadi senyum-senyum sendiri. Langsunglah sms Lulu minta bukunya (aahh, dasar gw pelitt!!), yang gak dibales-bales, dan gak disangka-sangka, koq ternyata aku punya nomernya Mira ya?? Jadi sms Mira ajah sok celamitan, tetapi sayang ternyata jatah mereka sudah habis dibagikan. Terus saya beli? Belum, karena pikir ntar aja ah tunggu tanggal 1.



Siaal bangett!! Minggu berikutnya lihat review mas Tomo tentang buku ini, yang memberi rating maksimal untuk buku ini, (skip review supaya gak spoiler), jadi saya kepengeen banget punya coretan dari mentor menggambar saya dulu ini. Jadinya ketika PBJ saya niatkan untuk membeli. Tapi apa daya, dompetku hilang di KRL, jadi hanya dengan duit 20rb yang tersisa di tas keliling-keliling PBJ ga ada asyik-asyiknya. Eh, di stand matahati malah ketemu Lulu, jadi peluk-pelukan karena kita dah lama banget nggak ketemu. Ngobrol-ngobrol kesana kemari teringat kita terakhir ketemu tuh tahun 2002, waktu sekantor bareng, sambil sama-sama nonton Piala Dunia Korea Japan di kantor sembari nungguin jalanan agak nggak macet. Senang banget ketemu temen lama, temen jalan masa muda dulu.

Dan berakhir dengan, ‘Tunggu aja bukunya Mira ya, Ndri..’

huhuuuwww, I love you luluu.. Sampe saya nggak enak karena sebenernya pengen minta gratisannya the Help (celamitan tingkat tinggi).



Singkat cerita, datanglah paket buku ini seperti biasa ke kantor saya, yang membuat saya tersenyum girang di jumat siang. Dan saya menghabiskan malam sabtu dengan membacanya. Eh, enggak semalaman sih, tapi jam 1 malam sesudah beres-beres. Dan inilah review-nya yang boleh dilihat masyarakat umum.. (curhat di atas hanya untuk warga gudrids, hehe..)



***

Beginilah review dari non profesional reviewer, kalau akhirnya berupa curhat, mohon dimaklumi.



Membaca buku ini jam 1 malam di malam Sabtu, sesudah menutup laptop untuk onlenan, membongkar tas dan menimang-nimang buku yang baru aku terima ini. Akhirnya kuputuskan untuk membacanya di samping Bintang kecilku yang sedang tidur telentang, persis seperti pose Bo di halaman 34, bedanya Bintang ga pake ngompol.



Dengan tagline ‘diinspirasi dari kisah nyata’ membuatku setengah yakin bahwa kisah-kisah di sini adalah nyata, apalagi aku pernah kenal (eh, sekarang juga masih kenal ding, cuma jarang ketemu aja) dengan salah satu penulisnya, jadi beberapa bagian keluarga Jo di buku ini terasa cukup akrab.



Nggak banyak orang bisa menceritakan kisah kehidupannya, dan sepenggal kisah di sini dari masa perkenalan, pacaran sesudah menikah, dan kehidupan sehari-hari yang saling menerima, digambarkan dengan manis. Bo yang masih berumur 25 tahun tapi sudah berani menentukan pilihan untuk menikah dengan perempuan yang baru dikenalnya 3 bulan dan lebih tua 7 tahun pula! Dalam bayangan saya Bo ini pasti orangnya rada-rada jail, iseng, tapi ngangenin dan punya sikap bertanggung jawab, makanya Jo pun bersedia menerima lamaran Bo untuk menikah dengannya. Jo digambarkan sebagai perempuan bermata teduh, manis, dan dewasa, tapi sangat menghargai suaminya yang lebih muda.



Konflik yang disajikan, konflik diri karena perbedaan usia sebelum menikah, pendapat-pendapat dari orang lain, digambarkan dengan komikal banget dan lucu. Beberapa adegan yang cukup jayus dan lebay, tapi dengan penggambarannya ekspresi ‘plis deh’ jadinya membuat ngakak dan tersenyum-senyum di pagi buta itu. Misalnya adegan minum teh, di episode Gula Kehidupan. Jo membuatkan teh untuk Bo yang sedang mensketsa gambar.



’teh hangat dulu, Bo, sori kurang manis, gulanya mau abis.’

(gambar Bo berwajah gembira)

‘waa…tengkyu, Jo. It’s okay, momen kayak begini sudah cukup manis bagiku.’


Hahahahaa, gombal jilid 1.



’gambar apa sih?’

(gambar Bo nggak menjawab tapi melihat Jo dengan serius)

(gambar Bo minum tehnya).

(gambar Bo menjilat lidah sesudah minum teh, tetap melihat Jo, dan Jo menatap galak)’Liatin apa, sih?’

‘Kan teh-nya kurang manis, jadi… aku lihat wajah Jo, biar rasanya makin manis..’


Huahahahahaaa… basii.. basii… jayus dan menggelikan.

Hampir aja membangunkan Bintang dari tidurnya.



Mungkin karena saya bukan pengamat komik, jadi penilaian saya agak subyektif. Tarikan garisnya bagus, dan pewajahan tokohnya khas banget, tidak meniru-niru manga Jepang dengan mata bundar besar, tapi dengan pewajahan karakter yang sederhana.



Coretan sketsa bangunannya yang sangat kuat pada detail, jelas karena keduanya adalah arsitek dengan jam terbang sketsa bangunan yang cukup tinggi. Nggak heran dengan gambar-gambar rumah, gedung, suasana pasar, jalan, yang digambarkan detail, bahkan sampai rendering (maaf, saya gak punya kosakata bahasa Indonesia untuk render) hanya dengan arsiran, porsi gelap terang bangunan, naungan dan bayangan, justru lebih berasa sebagai sketsa arsitektur bukan komik (tiba-tiba teringat Mira sebagai asdos TekomArs, mentor sketsa saya dulu).



Yang juga kuat dari komik ini adalah ceritanya, ceritanya yang campur lucu, manis, dan mengharukan. Nggak heran Jo jatuh cinta juga dengan Bo karena kelucuan-kelucuannya ini dan sifat sayangnya Bo yang ditunjukkan. Beberapa kritik sosial yang dimasukkan di buku ini terasa wajar sebagai percakapan sehari-hari, mungkin agak teringat dengan gaya bercerita Satrapi dengan Persepolis atau novel grafis Satrapi lainnya yang lucu juga namun penuh satire, yang juga diilhami dari kehidupan sehari-harinya.



Saya nggak tahu bagaimana pembagian kerja antara kedua penulis atau penggambar ini, tapi setiap halaman begitu kuat, dan dibuat dengan storyboard yang baik. Walaupun saya rasa komikus lain juga melakukannya, dan penilaian saya amatlah subyektif.



‘Paklik, kenapa sih, koq mau nikah sama tante?’

… (perdebatan dengan anak-anak dengan penjelasan yang sok dewasa sebanyak 2 halaman)

Iya, Paklik… mbulet… bilang aja karena cinta.. lebih to the point..


Haiyaahh.. pengen nggetok nih anak kecil keriting yang di gambar..

















View all my reviews

Sabtu, 11 September 2010

Coraline (Graphic novel)

CoralineCoraline by Neil Gaiman

My rating: 3 of 5 stars


#2010-5# Gramedia Merdeka Bandung?



Menurut saya sih lebih seru novelnya..

novel lebih sukses membuat saya merinding..

entah kenapa, apa karena saya sudah membaca novelnya duluan, jadi saya tahu jalan ceritanya, akhirnya tidak terlalu membuat saya tercekam.



makasih ya Qui yang udah ngehuntingin..



View all my reviews

Kamis, 12 Agustus 2010

Chicken with Plums

Chicken with PlumsChicken with Plums by Marjane Satrapi

My rating: 3 of 5 stars


Chicken with Plum

Kematian yang ditunggu dan diharapkan. Lucu banget si Nasser Ali ini, karena alat musiknya patah jadi ia memutuskan untuk mati, karena tidak ada lagi yang membuatnya bangga akan dirinya.
Gw kaget yang waktu skimming ketemu bagian mimpi makan ‘chicken with plum’ itu haaa… masa iya ini sejenis Embrodiers juga?? Makanya jadi buru2 gw baca sampai tuntas.. geleuh euuyy..

Kisah 8 hari menjelang kematian toohh..
Dasar, kayaknya keluarganya si Marjanne ini emang unik-unik, sehingga melahirkan manusia macam Marjanne yang unik juga..

Oohh.. patah hati.. berjuta sakitnyaa…

View all my reviews >>

Embroideries (Bordir)

Embroideries (Bordir)Embroideries by Marjane Satrapi

My rating: 3 of 5 stars




*****
obrolan emak2 ini saru bener ya,.. ampuunn, gw jadi merasa semua yang pernah gw obrolin ma temen2 cewek tuh sungguh2 santun, paling jauh masalah kontrasepsi, ga sampe begini2 amat..
apa iya kl gw jadi nenek2 nanti begini?? hwalah.. tobat..
tersenyum geli, waktu adegan 'silet'..

singkat dan padat bacanya dengan penuh hati2 karena bukunya rapuh sekali, serapuh judulnya, sampai ada halaman yang terlepas2..


View all my reviews >>