ulasan. resensi. kesan.

ulasan. resensi. kesan. ini bukuku, apa bukumu?
Tampilkan postingan dengan label asia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Maret 2013

Six Suspects

Six SuspectsSix Suspects by Vikas Swarup

My rating: 5 of 5 stars


"Negeri kami aneh dan tak terduga. Kau bisa bertemu orang-orang terbaik di dunia serta yang terburuk di sini. Kau bisa merasakan kebaikan hati tanpa tanding dan menyaksikan kekejaman luar biasa. Untuk bertahan hidup di sini, kau harus mengubah cara berpikirmu. Jangan percayai siapa pun. Jangan andalkan siapa pun. Di sini kau sepenuhnya sendirian."

Di India, tingkat korupsi dan kolusi demikian tinggi sehingga kesalahan seseorang yang berjabatan tinggi bisa jadi tidak salah sama sekali. Aku curiga jangan-jangan banyak pejabat Indonesia yang studi banding ke India untuk mempelajari cara-cara lihai meloloskan diri dari tuduhan dengan jalan pemalsuan fakta, puntiran undang-undang, maupun menyingkirkan orang-orang baik. Saking banyaknya kejahatan terorganisir di Indonesia, sampai sulit untuk mempercayai satu pun pejabat yang suka menebar janji palsu. Yang mungkin belum dipelajari di India mungkin bagaimana merelakan membuat bom bunuh diri untuk membunuh pimpinan negara. Sepertinya orang Indonesia masih penakut soal ini. Masih lebih suka sok-sokan cari popularitas dengan jadi narasumber di televisi, bantai sana bantai sini lewat ketajaman mulut, and do nothing.

Cerita diawali dengan tewasnya Vicky Rai, seorang pengusaha muda yang playboy, menjalankan bisnisnya dengan darah, menggunakan pengaruh ayahnya yang Menteri Dalam Negeri untuk menghalalkan jalannya, dan sederet prestasi buruk lainnya.

Vicky ditembak di rumah peristirahatannya, tempat ia mengadakan pesta yang merayakan kebebasannya dari vonis penjara atas pembunuhan terhadap Ruby Gill di depan banyak mata di sebuah pesta sebelumnya karena mahasiswi doktoral yang sedang bekerja paruh waktu itu menolak menghidangkan wiski padanya. Ada 6 orang yang ditahan karena membawa senjata api di pesta ini. Sambil menunggu laporan balistik, Vikas Swarup mengisahkan motif masing-masing dari 6 tersangka yang dilihat dari wawancara Arun Advani, seorang jurnalis kriminal.

Ada Shabnam Saxeena si aktris terbaik India yang berulang kali dirayu Vicky, Munna Mobile si spesialis pencuri ponsel yang berkeliaran di pesta Vicky, juga Eketi pria dari kepulauan Andaman yang dicurigai tergabung dengan kelompok Naxalite yang ingin menguasai India, Larry Page seorang pria Amerika yang jatuh cinta pada Sabhnam Saxeena, Mohan Kumar yang dirasuki arwah Mahatma Gandhi dan membenci ketidak adilan atas vonis bebas Vicky, bahkan Jaganaath Rai, ayah kandung Vicky sendiri yang menuduh skandal anaknya akan menghancurkan karier politik yang ia bangun bertahun-tahun.

Di luar dari mereka berenam, banyak sekali orang yang membenci Vicky Rai. Sepak terjangnya dari berbagai bisnis banyak yang menumpahkan darah dan kesewenang-wenangannya pada rakyat kecil, membuat berita kematiannya menjadi hot gossip di negeri itu.

Vikas Swarup membangun cerita ini menjadi asyik, dengan membuat tiga bagian cerita berupa latar belakang, motif, dan pengakuan. Tidak menegangkan namun mengasyikkan untuk dibaca. Apalagi membacanya di tengah skandal kasus Rasjid Radjasa yang diputus bebas (karena menyandang nama Radjasa?) seperti melihat cerminan kasus yang mirip karut marutnya di negeri kita, yang korupsi juga masih tumbuh subur seperti India.

Seperti White Tiger-nya Aruvind Adiga yang juga mengulik busuknya pemerintahan India, Swarup juga menelanjangi bobroknya melalui banyak percakapan-percakapan Jaganaath Rai dan Mohan Kumar yang membuat geram dan jijik pada orang-orang pemerintahan. Swarup juga memotret banyak wilayah kumuh India melalui perjalanan keliling India oleh Eketi, juga kehidupan Shabnam aktris India papan atas nomor tiga setelah Aishwara Rai dalam menjalani hari-harinya.

Buku ini adalah buku pertama tahun ini yang bisa membuatku terjaga sampai jam setengah tiga pagi karena penasaran dengan tersangka akhirnya. Walaupun tak penting, karena toh Vicky Rai sudah mati juga, namun hasil sedih maupun gembira pasti ada. India yang melatari cerita ini membuat karya ini menjadi unik.





Vikas Swarup adalah novelis kelahiran India yang terkenal oleh novel Q & A yang difilmkan dengan judul Slumdog Millionarie dan meraih piala Oscar.
View all my reviews

Rabu, 31 Oktober 2012

The Namesake

The NamesakeThe Namesake by Jhumpa Lahiri
My rating: 4 of 5 stars

Menghembuskan nafas ketika selesai membaca buku ini, “ What a life.”

Kehidupan memang tak bisa disangka-sangka bagaimana awal dan bagaimana akhirnya. Semua ending adalah happy ending. Entah buat yang hidup bahagia selamanya, entah buat yang patah hati dan membebaskan jiwanya. Yang jelas, kebahagiaan itu pilihan. Kamu bisa memilih untuk bahagia di tengah keterpurukan atau menderita di tengah kegemilangan. Pikiranmu yang berjalan. Hatimu yang berbicara.

View all my reviews

Minggu, 29 Juli 2012

My Name is Red

Namaku Merah Kirmizi - My Name is RedNamaku Merah Kirmizi - My Name is Red by Orhan Pamuk
My rating: 5 of 5 stars

Ketika ditanya, kenapa sih baca Orhan Pamuk, aku hanya mengangkat bahu. Katanya bagus, sih. Dapat Nobel Sastra juga, wow! Pasti bagus, nih. (dan penulisnya ganteng ;))Jadi ketika menemukan beberapa buku Orhan Pamuk di Shopping Yogya, langsung kubeli saja. Benar saja, dari kalimat pertama sudah membiusku untuk tetap kekeuh membacanya.



Bahkan godaan dari Partikel-nya Dee yang sedang hip nggak membuatku berganti arah. Walau ada beberapa teman baca bareng seperti kak Leila S Chudori, juga Venkanteswari malah berhenti di tengah2 dan membaca Partikel (haha!). Sempat ngajak Lisa dan Desiree juga, namun sampai tamat dua bulan berikutnya, mereka belum juga dapat bukunya. Jadinya cuma Lita (yang ternyata baca dr tahun kemarin) yang tetap rajin membacanya.

Sebenarnya ini bisa saja menjadi sebuah cerita pembunuhan biasa jika dituangkan dalam bentuk novel seperti karya pop lainnya. Namun penceritaan dari berbagai sudut pandang pelakunya membebaskan kita untuk mengenali masing-masing karakternya lebih dalam, lebih detail, bahkan sampai titik kematiannya sekali pun. Kita bisa paham apa yang terjadi pada dirinya berdetik-detik sesudah satu hantaman terkena kepala sampai terpisah raga dari jasadnya. Pengkarakteran sendiri-sendiri ini membuat kita masuk seolah-olah ke dalam kepala masing-masing tokohnya, memaksa untuk memahami jiwa masing-masing. Seperti bermain drama dengan berbagai peran yang diciptakan oleh Pamuk.

Pamuk menyihir dengan lika liku tokohnya, membuat kita saling menebak saling menyalahkan siapa itu si pembunuh yang kerap bicara sendiri. Semua pikiran menjadi nyata yang menari-nari. Semua bisa memiliki alasan yang kuat untuk menghabisi. Semua dengan sejarah dunia ilustrasi yang melatari cerita menjadi kaya. Pertentangan antara cara pandang lukisan 'dari mata Tuhan' dan 'dari mata manusia'. Mengingatkanku kenapa Masjidil Haram selalu digambarkan dari 'atas'. Dibumbui dengan cinta terpendam 12 tahun yang masih mencari-cari. Tokoh perempuan plin-plan, dan tokoh perempuan banyak akal.

This is not a love story. This is no longer a history. This is about what happen in the place called world. The place that've been built by God, and people who discovered it.

: Sesungguhnya, nikmat Dia manakah yang kau dustakan?



View all my reviews

Selasa, 20 Maret 2012

Jia, Sebuah Kisah Dari Korea Utara

Jia, Sebuah Kisah Dari Korea UtaraJia, Sebuah Kisah Dari Korea Utara by Hyejin Kim
My rating: 4 of 5 stars

#2012-03
Ketika mendengar nama Korea, apa yang kau ingat? Apakah ponsel Samsung, tanaman Ginseng, olimpiade Seoul, atau melodrama mengharu biru dan grup penyanyi beranggotakan banyak orang?
Sadarkah bahwa semua itu hanya terjadi di Korea Selatan? Dan apa yang terjadi di Korea Utara jauh berbeda 180 derajat.

Tahun 80-an, di Korea Utara masih ada gulag, pembuangan tahanan politik, orang-orang yang tidak disukai oleh pemerintahan karena mengungkapkan pikirannya sendiri. Jia mengalami hal ini. Masa kecilnya dihabiskan di daerah pembuangan yang tandus, sampai ia berhasil dilarikan ke Pyongyang. Tahun 1997, ketika di Indonesia iklim politik mulai goyang, di Korea Utara masih saja ada penangkapan-penangkapan kepada warga yang membelot, yang dianggap kaum pembangkang. Silsilah orang diselidiki. Setiap orang bisa menjadi mata-mata atas yang orang lainnya.

Tahun itu, usia Jia 18 tahun, sama denganku di Indonesia. Di sini, aku bisa bersekolah sebagai langkah menuju cita-citaku, di Korea Utara, Jia bekerja sebagai penari tanpa tahu cita-citanya, terjebak dalam cintanya pada seorang tentara yang ia takutkan sikapnya apabila sampai tahu apa yang ia sembunyikan di masa lalu. Dan akhirnya ia melihat tanah seberang sebagai impian. Dan jalan keluarnya harus dibayar mahal...

Yang menciptakan batas itu hanyalah sekelompok penguasa dengan tentara sebagai anteknya, tidak memberi penghidupan yang layak di negaranya, namun tidak mengijinkan rakyatnya untuk bahagia di tempat lain. Orang-orang kecil selalu menjadi korban atas batas.




View all my reviews

Kamis, 08 Maret 2012

The Unknown Errors of Our Lives: Kesalahan-Kesalahan yang Tidak Diketahui dalam Hidup Kita

The Unknown Errors of Our Lives: Kesalahan-Kesalahan yang Tidak Diketahui dalam Hidup KitaThe Unknown Errors of Our Lives: Kesalahan-Kesalahan yang Tidak Diketahui dalam Hidup Kita by Chitra Banerjee Divakaruni
My rating: 4 of 5 stars

#2012-02

"Waktu aku beranjak dewasa di Calcutta, ibuku punya satu ungkapan yang sangat disukainya : Cinta seorang pria baik akan menyelamatkan hidupmu."

Kesembilan kisah dalam cerita ini mengisahkan sepenggal hidup perempuan. Mereka memiliki satu titik, satu hal dalam hidup yang akan mengubah jalan.

Nyonya Dutta yang mencari kebahagiaannya ketika mengikuti anak lelaki dan menantunya ke Amerika, ketika ternyata kehidupan sehari-hari bersama tidaklah sama dengan liburan keluarga. Gelisah. Perempuan yang meninggalkan anaknya untuk menjaga adiknya. Menggantikan tugas ibu yang pernah menjaga mereka berdua. Persaudaraan. Leela dan nyonya Das yang tidak mengenal satu sama lain namun bersama dalam situasi ketidakberuntungan. Rasa bersalah. Mona, yang hidup bersama ibunya sejak kecil, tidak bisa memaafkan ayahnya yang meninggalkannya. Penyesalan. Aparna, yang tergolek di rumah sakit usai melahirkan anak pertamanya, patah semangat untuk hidup, dan dibangkitkan oleh seorang dokter Inggris. Cinta. Seorang kakak, yang hidup berpindah-pindah karena kegagalan keluarganya, seorang ayah yang pemabuk, seorang ibu rapuh yang menyayangi kedua anaknya. Ketakutan. Mira, perempuan Bombay yang melarikan diri ke Amerika sesudah huru hara, mencari kehidupan yang baru dalam cinta perempuan dan laki-laki. Gurun Sacramento yang mengajari pencarian dirinya. Kepercayaan. Ruchira, yang menyadari bahwa setiap orang punya masa lalu, dan tak selamanya itu bisa lewat begitu saja. Selalu bisa kembali tiba-tiba. Apologize. Seorang ibu dan dua anaknya yang berlibur dari California ke Calcutta. Mencoba menelusuri masa lalu di kota ini. Mengenalkan budaya asli pada anak-anaknya yang kelahiran Amerika. Melihat bintang dari dataran India. Kenangan.

Apa yang kau cari, Perempuan? Ketika kau meninggalkan kampung halamanmu untuk mencari pengalaman, tempaan untuk sejenak menguatkan, sebelum berputar dalam lingkaran api itu, dengan sindoor di kepala. Perempuan-perempuan ini punya hak untuk memilih seperti apa hidup yang dijalaninya. Mereka saling menguatkan satu sama lain.
...yang juga percaya bahwa untuk menyelamatkan orang yang kaucintai, kau harus mengorbankan hidupmu sendiri.

Ashwini, Bharani, Kritika, Rohini. Nama-nama bintang dalam bahasa Bengali. Kenangan. Kampung halaman takkan lupa dari ingatan.


View all my reviews

Sabtu, 28 Januari 2012

Pengantin Dusun di Beverly Hills

Pengantin Dusun di Beverly HillsPengantin Dusun di Beverly Hills by Kavita Daswani
My rating: 4 of 5 stars

#2011-54

karena cinta menuntutmu untuk berpikir dewasa, bukan cuma bersenang-senang..

View all my reviews

Selimut Debu

Selimut DebuSelimut Debu by Agustinus Wibowo
My rating: 5 of 5 stars

#2011-44

Pernah saya menonton film tentang sekelompok orang invalid, di padang pasir, yang mengejar-ngejar kaki palsu yang diterbangkan dengan parasut. Ketika membaca bagian rumah sakit untuk orang cacat ini, yang pekerja RSnya pun orang cacat juga, saya teringat film itu. Dulu saya masih tidak punya bayangan, negeri dongeng manakah yang penduduknya banyak yang invalid itu?

Membaca pemaparan Gus Weng tentang bahaya ranjau di mana-mana, bom yang bisa meledak kapan saja, di mana saja, saya menangis. Tuhan, kenapa masih ada perang? Kenapa orang tidak puas dengan tanahnya berdiam dan masih harus merampas tanah orang lain. Kenapa orang masih saling menyakiti?

Bom, ranjau, kematian, yang bagaikan berita biasa. Kepala manusia yang berharga lebih murah dari kepala kambing. Semua diselimuti pasir yang berarak, hanya debu belaka, di mana-mana.
Meringis melihat Gus Weng dibohongi oleh supir-supir truk, bahagia ketika dia disambut ramah laksana saudara di mana-mana, geram ketika ia dipukuli polisi, sampai miris, ketika seseorang bilang 'I like you very much' dan..

Negeri ini, negeri sejuta pasir, negeri bekas peperangan, tempat para NGO menangguk dana 'rehabilitasi' yang lebih banyak dialirkan untuk operasional pegawainya, tempat para perempuan merasa nyaman di dalam burqa-nya. Negeri ini, yang dikelilingi oleh pasir dan debunya, yang melindunginya dari pandangan mata, debu juga yang menyimpan ribuan ranjau yang siap meledak kapan saja ia diinjak. Debu seperti burqa yang melindungi dengan anonimitas, tetapi tak tahu bahaya kecantikan apa yang dikandung di sana.

Afganistan, negeri debu, apa kekayaanmu yang membuatmu terjebak dalam perang berkepanjangan? Apakah dirimu hanya benteng untuk negeri dingin di utara sebelum menghadapi selatan yang panas? Apakah dirimu benteng untuk penguasa-penguasa daratan minyak sebelum diserbu dari utara?


Minaret Jam. Apakah ini menara masjid, menara intai, menara dengan indahnya menjulang di tengah padang debu dan bebatuan. Beruntunglah selamat dari badai zaman. Lepas dari gempuran karena di lindungi oleh tebing curam.


Gus, awalnya aku iri sekali padamu. Perjalanan ke negeri ini hanya cocok untuk laki-laki. Perempuan sepertiku tak akan bisa berjalan-jalan bebas tanpa pendamping di negeri ini. Tapi membaca pengalamanmu yang menderita, naik turun truk, menginap di samovar, aku bertanya2, apa aku berani? Maka kubuang jauh2 rasa iriku dan mengikuti perjalananmu. Apalagi membaca bahwa ada perempuan Malaysia yang bisa, hmm, siapa tahu nanti aku bisa?





View all my reviews

Mistress of Spices (Penguasa Rempah-Rempah)

The Mistress of Spices (Penguasa Rempah-Rempah)The Mistress of Spices by Chitra Banerjee Divakaruni
My rating: 4 of 5 stars

#2011-40

Tahukah kau, Tilo, hal yang paling menyedihkan di dunia? Itu adalah ketika kau memeluk seseorang yang paling kau cintai sampai hanya memikirkannya saja sudah seperti kilauan cahaya di dalam kepalamu, sedangkan kau merasakan bukan kebencian, kau merasakan kekosongan besar yang mengembang di dalam dirimu, dan kau tahu kau bisa memeluknya atau melepaskannya pergi, dan tidak ada perbedaan antara keduanya. h.207

Perempuan dan rempah-rempah, seharusnya seperti hal yang tak dapat dipisahkan. Di mana pun ia berada, aroma rempah menyelimuti tubuhnya. Pun dengan Tilo, yang ditunjuk untuk berada di Amerika bukan sekedar menjual rempah-rempah, namun juga menolong orang-orang dengan rempahnya itu. Itu misinya.

Dengan jahe, akar kebijaksanaan yang bertonjolan, ia menolong Geeta, gadis India yang hampir hilang di metropolis.
Dengan kalo marich, lada hitam, yang mempunyai kemampuan untuk menyedot keluar rahasia-rahasiamu.
Dengan dhania, biji ketumbar, berbentuk bulat seperti bumi, untuk menjernihkan penglihatanmu. Bila direndam dan diminum, airnya membersihkan dirimu dari kesalahan-kesalahan lama.
Dengan kayu manis, pembuat sahabat, kayu manis dalchini cokelat hangat seperti kulit, untuk menemukan bagimu seseorang yang akan berlarian bersamamu dan tertawa bersamamu dan mengatakan Inilah Amerika, tidak terlalu buruk.

Rempah-rempahlah yang membisikkan padanya siapa dari mereka yang harus diberikan pada orang-orang yang melangkah masuk ke tokonya. Rempah-rempah yang memutuskan untuk bicara, atau tidak bicara ketika ia melanggar peraturan sebagai penguasa. Rempah juga yang menolongnya memberikan kemudaan ketika ia ingin, ketika jiwa aslinya memberontak untuk merasakan gairah yang menggoda.

Dan ia sudah memilih.. Perempuan harus memilih bagaimana hidupnya harus dijalani. Dan cinta yang ia ingini.


View all my reviews

Big Breasts and Wide Hips

Big Breasts and Wide HipsBig Breasts and Wide Hips by Mo Yan
My rating: 5 of 5 stars

#2011-39

review ini aman untuk dikonsumsi. tidak mengandung spoiler.
tapi untuk 18+ ;))

Sewaktu pertama melihat buku ini direkomendasikan oleh mbak Endah Sulwesi, dari penerbit waktu itu, aku sudah tertarik membacanya. Cerita tentang kehidupan sekeluarga di masa Cina pendudukan Jepang, dan bagaimana mereka bertahan di tengah pergolakan politik itu sampai pada masa ketua Mao, pasti menjanjikan satu sisi sejarah yang menarik.

Dan hal yang paling menarik, tentu saja judulnya! Judul Big Breast and Wide Hips ini adalah satu-satunya kalimat yang tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Pertama lihat judulnya tentu saja menggelitik. Judulnya begitu amat lah.. Kalau diterjemahkan mungkin saja bisa dicekal FPI karena dianggap mengandung pornografi, tak pantas dipajang di tempat umum. Alternatif terjemahannya mungkin ini :
1. Payudara Besar dan Pinggul Lebar -- biasa banget ya, seperti artikel kesehatan
2. Payudara Molek dan Pinggul yang Moleg -- terdengar cukup 'nakal' dan bikin cowok deg-degan. Berpotensi buat dicekal FPI.

Berhubung aku perempuan, jadi sebenarnya terdengar biasa-biasa saja, tidak berdesir atau apalah. Justru yang membuat aku deg-degan adalah ketika membacanya, di KRL atau kendaraan umum lainnya, dengan covernya yang berwarna merah cerah itu sangat menyolok untuk ditoleh orang, apalagi kalau sampai terintip judulnya. Jadi aku sering mengira, kalau ada orang yang melihat aku dengan pandangan aneh ketika membaca buku ini, apa dia mengira bahwa yang aku baca adalah novel yang penuh gairah, apa nggak malu gitu (lha, bacanya aja pagi-pagi di kereta), atau hanya terkagum-kagum saja melihat perempuan sekecil aku membaca buku yang begitu tebal. Walau begitu, aku lebih sering mengira yang pertama, jadinya lebih sering meletakkan kulit buku di pangkuanku, supaya judulnya tidak terbaca orang lain.

Dan judul buku ini bukan hanya pemanis wajah buku supaya menarik. Tetapi isinya juga menggambarkan kecantikan-kecantikan dan keindahan perempuan karena kelebihan mereka atas 'breast' dan 'hip' nya itu. Sembilan perempuan molek yang mempertaruhkan hidupnya untuk orang yang dicintainya, walaupun mereka saling membunuh, namun masih menyayangi karena sadar bahwa mereka sebenarnya keluarga. Pergantian rezim di sekeliling mereka yang berdampak pada pesona pimpinan yang membawa perempuan-perempuan ini, satu demi satu, mengikuti kata hatinya, yang mereka bilang itu cinta.

Tokoh perempuan utama, Ibu, banyak yang membandingkan dengan Ursula di 100 tahun kesunyian - Gabriel Garcia Marquez, tapi seperti biasa ketika membaca, aku mencoba melepaskan diri dari cerita lain, supaya bisa menikmati cerita ini, dan ternyata sangat mudah melepaskan Ibu dari Ursula, dengan caranya mempertahankan hidup, menghadapi keluarganya, getir dan emosi yang diderita ibu mampu membuatmu menggigit bibir, terenyuh. Situasi yang berbeda.

setiap orang tahu bahwa peluru tidak punya mata, bahwa selongsong artileri tidak akan menerima permintaan maaf. h.451

Deskripsi yang jujur tentang 'breast' dan 'hips' dari sisi satu-satunya lelaki dalam keluarga ini, tidak terlihat vulgar dan porno, tapi indah dan mengesankan, khayalan-khayalan remaja yang sebatas ia tahu, malah terkadang memang menggelitik, dan membuat aku berpikir, 'ooh, is that in a man's mind when they see our shape?'



View all my reviews

Minggu, 16 Oktober 2011

The Palace of Illusions (Istana Khayalan)

The Palace of Illusions (Istana Khayalan)The Palace of Illusions by Chitra Banerjee Divakaruni

My rating: 5 of 5 stars


#2011-06#
page 426 "Kau akan memerintah kerajaan dengan penuh janda, anak yatim piatu dan bangun setiap pagi menyambut kesedihan karena kehilangan. Siapa pemenang sebenarnya kalau begitu, dan siapa yang kalah?"

page 294 "Tetapi, apakah lebih baik adalah istilah yang kucari? Pada titik mana kesabaran tidak lagi menjadi kebajikan dan menjadi kelemahan?"

page 129 "Ah, pemaafan. Itu suatu kebajikan yang luput bahkan dari mereka yang agung. Bukankah keberadaan kita sendiri adalah bukti dari itu?"

page 52 "semakin hari aku semakin jauh terpisah dari mereka dalam kesendirian yang gelap."






View all my reviews

Where the Mountain Meets the Moon

Where the Mountain Meets the MoonWhere the Mountain Meets the Moon by Grace Lin
My rating: 4 of 5 stars

#2011-05#

tanpa spoiler..
Buku ini didapat dari peri buku sebagai 'tugas baca' untuk dibawakan siaran di DFM 24 Januari lalu. Untungnya, buku ini cukup bagus untuk dibaca, meskipun dalam suasana hati yang tidak terlalu bagus. Terkadang, mood memang harus dilawan, bukan selalu dituruti.

Minli, seorang gadis kecil di kaki gunung Nirbuah, hidup bersama kedua orang tuanya yang amat miskin. Walaupun mereka bekerja keras setiap hari, namun mereka tetap saja miskin. Ayah Minli gemar sekali menceritakan tentang dongeng-dongeng negeri Cina, diantaranya tentang Kakek Rembulan yang bisa mengubah takdir, juga Naga Giok penjaga bumi.
Suatu hari, Minli membeli ikan mas dari seorang pedagang. Karena menurut ibu Minli ikan mas itu menambah beban makan yang harus ditanggung, maka Minli melepaskan ikan mas itu ke sungai. Girang karena telah bebas, ikan mas yang ternyata bisa berbicara itu, menunjukkan jalan bertemu Kakek Rembulan di Gunung tak Berujung.
Minli, yang ingin mengubah nasib keluarganya, memutuskan untuk pergi menemui Kakek Rembulan. Perjalanannya dari satu petunjuk ke petunjuk lain, menarik untuk diikuti. Pertemuannya dengan Naga, Raja yang menyamar, penggembala kerbau, dirangkai dengan beberapa kisah dongeng tentang Hakim Harimau dan Naga yang kabur juga dengan dongeng Kakek Rembulan. Kisah-kisah kecil ini menjiwai kisah besar cerita ini, sehingga menjadi satu dongeng panjang.

Berikut petikan perbincangan antara Desiree (DFM) dan saya dengan beberapa modifikasi sesuai ingatan.

Cerita ini dari satu kawasan di Asia Timur. Sebenarnya, apa keunggulan dari fantasi Asia dengan fantasi Barat/Eropa?
Fantasi barat, seperti kita lihat LOTR, Eragon, Earthsea series, Narnia sering menonjolkan epik, pertempuran, perebutan kekuasaan yang menjadi tema besarnya. Lebih heroik lah, istilahnya. Ada sosok2 yang dijadikan tokoh dan menang.
Fantasi timur, dalam beberapa kisah, misalnya Silver phoenix, Dragon Keeper series, atau dongeng2 lain, tokohnya adalah orang biasa, amat sederhana, namun didalamnya lebih digali satu nilai moral kebaikan yang apabila dipupuk, akan membekas dalam hati sebagai nilai yang tertanam. Apalagi negeri Cina amat dekat secara historis dengan negara kita, sehingga kisah2 ini lebih mudah diserap oleh anak-anak sebagai dongeng.

Dan ada binatang favorit yang muncul di dongeng, yaitu Naga..
Kalau kita lihat naga Eropa dan naga Cina, terlihat beda dari bentuknya. Naga Eropa berbadan agak mirip perpaduan burung dan kadal besar dengan kaki yang besar, sayap yang besar, dan kulitnya keras bersisik. Naga Cina berbadan seperti ular besar, ular yang amat gemuk, dengan kaki kecil dan sayap kecil, sehingga sering ditemukan berjalan di atas tanah. Kedua naga ini punya nafas api, punya kumis kecil di bawah lubang hidungnya, dan tenaga luar biasa kuat.

Apa sih keistimewaan Naga yang membuat ia sering dijadikan tokoh?
Naga itu berumur panjang. Sehingga ia bisa menjadi pencerita unggul atas kejadian-kejadian sebelumnya. Seperti naga dalam cerita ini, yang sudah berumur ratusan tahun. Ia bisa menceritakan beberapa kisah yang ternyata berkaitan dengan takdir si tokoh manusia yang didampinginya.
Selain itu naga juga digambarkan sangat setia. Sekali ia merasa cocok dengan si tokoh manusia ini, ia tidak akan berpaling. Ia akan mempertaruhkan dirinya sebagai petarung, pelindung, namun tidak tunduk pada tokoh manusia ini. Sangat sering digambarkan pertemuan manusia biasa dengan naga ini karena si manusia menyelamatkan si naga. Namun karena naga juga keras hati, maka manusia sebagai sahabatnya juga membantu melunakkan sifatnya itu.

Dalam buku ini, pesan moral apa yang bisa diambil?
Buku ini adalah petualangan, jadi amat salut dengan keberanian Minli untuk melakukan perjalanan, yang untuk kebahagiaan keluarganya, juga kebaikan hatinya yang menolong sesama, apalagi ada kerelaan untuk berkorban.

Tapi, di sini kan MinLi pergi tanpa ijin pada orang tuanya, apa ini baik untuk diajarkan pada anak-anak?
Nah, di sini peran orang tua sebagai pendamping anaknya, jadi ia juga harus bisa menjelaskan mana yang baik dan buruk pada anak, sehingga anak tidak menelan begitu saja dan menganggap boleh melalui satu jalan yang sebenarnya salah untuk tujuan baik menurutnya. Orang tua harus hati-hati lho, semua buku yang dibaca anak, sebelum dia sampai tataran dewasa, mestinya ia baca juga, sehingga dapat memberikan imbangan yang benar.

Terakhir, apa yang membuat buku ini layak untuk dimiliki dan dibaca oleh kita?
Wah, buku ini untuk semua umur sepertinya. Di dalam satu kisah besar buku ini ada beberapa kisah-kisah kecil yang diceritakan sebagai dongeng kepada si tokoh. Bahasanya sederhana dan mudah dimengerti. Sifat tokohnya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dan yang menarik adalah, selain covernya yang berwarna dan cantik, di dalamnya juga penuh dengan ilustrasi berwarna khas negeri Cina. Asyik sekali untuk dibaca.

Baiklah, terima kasih atas waktunya.. Buat para remaja dan anak-anak, kisah ini berisi banyak kisah moral yang bagus tentang persahabatan, kesetiaan, rela berkorban. Untuk orang tua ini juga layak dibacakan ke anak-anak, atau dibaca untuk diri sendiri..

*closing smile, salaman dgn Desiree*

View all my reviews

Korupsi

KorupsiKorupsi by Tahar Ben Jelloun
My rating: 4 of 5 stars

#2011-04#

alhamdulillah, saya bekerja di konsultan swasta dan tidak ada kesempatan untuk korupsi, dan masih makan daging tiap hari.

View all my reviews

Rabu, 05 Oktober 2011

Balzac dan si Penjahit Cilik dari Cina

Balzac dan Si Penjahit Cilik Dari Cina (Balzac and the Little Chinese Seamstress)Balzac dan Si Penjahit Cilik Dari Cina by Dai Sijie
My rating: 4 of 5 stars

bahwa sebuah buku benar-benar bisa mengubah seseorang..
menjadi ingin lebih maju, dan lepas dari kekangan.
menjadi apa yang ia mau, mengejar mimpi-mimpi.

View all my reviews

Selasa, 04 Oktober 2011

Jalinan Jiwa (The Vine of Desire)

Jalinan Jiwa (The Vine of Desire)Jalinan Jiwa by Chitra Banerjee Divakaruni
My rating: 5 of 5 stars

#2011-1#

perempuan. kalau mengeluh dibilang tidak bersyukur. tidak bisa sabar. tidak bisa nerimo. padahal terkadang ia lelah menjadi tumpuan. yang tidak seharusnya. dan ia tidak bisa berbagi. tidak boleh membuka diri. ditanggung dan ditelan sendiri.

perempuan. dituntut menjaga diri. sempurna seperti cermin. bukan untuk dirinya sendiri, tapi untuk sekeliling. 'apa kata orang nanti?'. kebebasan yang didapat penuh syarat. tak mengindahkan hati.

perempuan. melawan dengan harga diri. mengombang ambing tak pasti. dipermainkan sana sini. untuk kehidupan satu perempuan mungil dalam pelukan. oh, apakah hidup hanya layak untuk laki-laki? ketika sahabat dan terdekat semua lari, ia tetap harus menjaga agar hatinya tak mati.



View all my reviews

Senja di Himalaya

Senja di Himalaya (The Inheritance of Loss)Senja di Himalaya by Kiran Desai
My rating: 4 of 5 stars



Kalimpong is situated in the state of west Bengal in India. It is one of the most picturesque hill stations in the shivalik hills in the Himalayas. The Himalayas is the longest mountain range in the world. Kalimpong is a part of the district of Darjeeling. Its nearness to Darjeeling and other hill stations have made it so. Kalimpong is famous for its flowers and Buddhist monasteries.

Bagi penggemar drama, buku ini bisa dicoba untuk stamina. Membaca drama benar-benar membutuhkan energi yang cukup untuk setia menekuni halaman-halamannya. Tapi meskipun demikian, saya sering menikmati membaca drama, yang lambat dan indah.

Setelah The Glass Palace Amitav Ghosh, tentang jatuhnya kerajaan Burma, Midnight's Children Salman Rushdie, tentang kemerdekaan India, The Heike Story Eiji Yoshikawa, tentang hikayat salah satu klan di Jepang, yang membutuhkan waktu cukup lama untuk membacanya, dan sabar, karena banyaknya sejarah di dalamnya, maka pilihan saya jatuh pada buku ini yang saya miliki sudah cukup lama.

Melihat settingnya di Kalimpong, Darjeeling, salah satu daerah terindah di dunia, salah satu tempat yang amat ingin saya kunjungi, di mana kita bisa memandang langsung pegunungan Himalaya, dekat dengan daerah Nepal. Kalimpong pada setting buku ini rumah-rumah pada halaman yang luas, dengan orang-orang tua di dalamnya, yang masih tenggelam pada nostalgi kehidupan ala Inggris.

Udara yang dingin, membuat ingin bermalas-malasan, menghirup udara segar, menikmati hidup. Tiga orang yang tinggal dalam satu rumah tua peninggalan kolonial. Sang hakim dengan kenangannya pada kehidupannya di Inggris. Si cucu perempuan yang jatuh cinta pada guru lesnya. Si juru masak yang bangga karena anaknya bekerja di Amerika. Dan di seberang lautan, si anak yang berjuang keras sendirian di Amerika, mengumpulkan dolar demi dolar untuk membanggakan orang tuanya.

Dipertajam dengan konflik antara India Nepal, menghadirkan kisah getir dan miris, tertawa dalam duka, tertawa seadanya, kebahagiaan yang hilang, kebanggaan yang semu. Hari-hari yang berlalu dengan lambat, ada cinta, ada pergolakan, ada harapan yang terus dipupuk. Kejatuhan dan penderitaan. Apa yang sebenarnya dicari?
Penceritaan yang indah. Jadi ingin membayangkan, bagaimana kalau difilmkan nantinya, mengingat film India sudah jauh lebih bagus sekarang. Membayangkan pemandangannya akan seindah Heidi di Swiss, pegunungan, pedesaan, perumahan yang bersusun di perbukitan..

What a life..





View all my reviews

Sabtu, 18 September 2010

The Conch Bearer: Keong Ajaib

The Conch Bearer: Keong AjaibThe Conch Bearer: Keong Ajaib by Chitra Banerjee Divakaruni

My rating: 3 of 5 stars


#2010-53#



Jika Tuhan telah

memberi kita sebuah kehidupan yang sempurna, maka tidak akan ada tujuan kita untuk (terus) hidup.




if God had gave us the perfect life, then there'll never be a question what we're living for.



Cerita tentang anak lelaki yang tiba-tiba menjadi pahlawan untuk menyelamatkan dunia dengan benda ajaib yang dibawanya sepertinya sangat biasa. Pertempuran melawan penjahat, dan berakhir dengan si penjahat mati karena serangan si anak. Sangat jelas pada tipe cerita seperti ini. Sehingga untuk membaca buku jenis ini perlu santai dan lebih baik menikmati jalannya cerita, lokasi-lokasi yang dilalui, percakapan-percakapan perjalanan karena kalau cerita anak-anak pasti tahu tokohnya pasti menang.



Nah, ketika si tokoh jahat Surabhanu sudah mati di 3/4 buku, dikalahkan oleh Anand dan Abyadatta, lalu apa? Apa yang dicari lagi sebagai klimaks? Divakaruni rupanya tidak hanya bermain dengan si tokoh menang, lalu semua bahagia selamanya.



Masih ada perjuangan sesungguhnya, antara kebahagiaan Anand atau kebahagiaan si keong Apa konsekuensi-konsekuensi yang harus diambil sesudah penyelamatan terhadap keong? Dan itulah bagaimana menghargai hidup, dan keluarga sebagai harta yang berharga.



Akhirnya tebakan saya tentang bagaimana akhirnya jadi salah, karena ini bukan cerita anak-anak biasa.



***

nemu gak sengaja di BMS.. lagi lirak-lirik, eh, tertumbuk pada buku cerita ini..



View all my reviews

Sabtu, 11 September 2010

Biro Jodoh Khusus Kaum Elite

Biro Jodoh Khusus Kaum EliteBiro Jodoh Khusus Kaum Elite by Farahad Zama

My rating: 4 of 5 stars


#2010-13# hadiah dari lulu



Bagaimana mencari jodoh yang sesuai dengan keinginan anda?



Salah satu caranya adalah melalui biro jodoh. Di India, untuk agama Hindu dengan sistem kastanya, agak sulit menemukan calon mempelai yang benar-benar sesuai. Perjodohan untuk menemukan kompromi yang terbaik. Humor-humor cerdas yang diungkapkan dalam buku ini datang dan pergi, dijalin dalam sudut pandang keluarga Muslim India yang memiliki biro jodoh ini, namun mereka sangat berpikiran terbuka terhadap perbedaan agama di sekitarnya.



Beberapa pendapat klien yang diungkapkan dalam buku ini (membuat terhenyak, tersenyum, geli sendiri ):

"Calon yang benar-benar tidak sesuai, terlalu gelap kulitnya, terlalu tua, terlalu pedek, bahkan tidak berpendidikan."

"Putri anda tidak akan punya ibu mertua. Kata orang, wanita tanpa ibu mertua adalah yang beruntung."

"Saya memikirkan cucu-cucu saya kelak. Saya nikahkan anak saya dengan pria yang bertubuh tinggi, mudah-mudahan postur anak mereka paling tidak mencapai rata-rata."

"Jangan membicarakan hal-hal tidak relevan ketika bertemu pertama kali , walaupun itu sangat kau minati. Setelah kau bertunangan dengannya, barulah kau bisa mengobrol tentang katup dengan sesuka hati."

"Ingin menantu terpandang, dan bisa hidup di Amerika."





Yang membuat saya heran, bahwa cinta bisa tumbuh dari perjodohan. Karena perjodohan ini bukan menyatukan cinta, tapi menyatukan dua keluarga yang merasa bahwa kondisi sosial ekonomi mereka berimbang, lalu bersatu dalam ikatan pernikahan. Dari beberapa cerita di sini diulas, mereka mendaftar, menemukan jodohnya, lalu dalam beberapa minggu melakukan pertunangan, menikah.



Dan herannya lagi, beberapa klien yang tampak di sini adalah klien yang pandai dan kaya, insinyur software, pengusaha, dokter, yang menurut pandang kita, mudah bagi mereka untuk mencari siapa pun yang akan mereka nikahi. Tampak bahwa mereka menggantungkan diri ke orang tuanya untuk mencarikan jodoh. Apa lingkungan kepandaiannya itu juga tak menemukan satu jodoh pun untuk mereka? Begitu sulitkan di India untuk orang mengenal dari kalangan kasta yang sama?



Dan melihat bahwa pernikahan memang tidak bisa hanya dengan cinta. Butuh pendewasaan lebih jauh untuk soal itu. Cinta romantis ini hanya akan berlangsung beberapa tahun, dan mereka harus mencari jalan lain untuk langgeng seumur hidup. Pernikahan adalah penyatuan dua keluarga, baik yang berlatar belakang mirip atau berbeda sama sekali.



****

Cerita yang menarik, penerjemahan yang bagus (kecuali soal guava juga) paparan cerita soal india yang menarik. Dari cerita ini tampak bahwa penulisnya sangat suka terhadap buah-buahan, dengan bertebaran guava, pepaya, mangga, jambu mede, sebagai salah satu latar cerita. Disini kita juga dapat melihat kehidupan Muslim India dan juga kehidupan keluarga Brahmana yang tidak selalu sejahtera. Sindiran-sindiran terhadap kehidupan pernikahan di India yang dirasa berat sebelah bahkan tidak adil pada kaum wanitanya disampaikan lewat obrolan antara Mr. Ali dan kliennya atau tokoh-tokoh lain. Bahkan disampaikan juga sindiran kepada pemerintah yang lebih mementingkan untuk membangun perusahaan multinasional ketimbang memberikan fasilitas kesehatan kepada daerah miskin yang dibela oleh putra mereka. Juga tentang petugas pemerintah yang suka cari-cari perkara.



****



Temukan jodohmu, atau jodoh yang menemukan anda.

Mana yang lebih baik?




View all my reviews

Jumat, 09 Juli 2010

Q & A : Teka Teki Cinta Sang Pramusaji

Teka Teki Cinta Sang PramusajiTeka Teki Cinta Sang Pramusaji by Vikas Swarup

My rating: 3 of 5 stars


Hidup ini memang teka-teki.
Sepenuh hidupnya Ram yang penuh dengan penjelajahan yang muncul di semua pertanyaan Who Wants to Win a Billion.
Dan kalau kau berbuat baik pada seseorang, Tuhan akan membalasnya.
Slumdog Millionarie mendapat ide dari film ini. Karena ceritanya sangat beda. Namun pesan moralnya sama.
Buku ini lebih seru dari filmnya.
Bacalah.
Hidup itu 'dialami'. Kenangan yang membuatnya 'hidup'. Setiap kesan, setiap perjalanan akan membuat ceritanya sendiri.

View all my reviews >>

The Glass Palace

The Glass Palace (Istana Kaca)The Glass Palace by Amitav Ghosh

My rating: 4 of 5 stars


Sudah lama saya tertarik dengan buku ini. Saya pikir buku ini hanya bersetting India. Namun ternyata setting Asia tengah dan Tenggara ini, lebih dari yang saya harapkan.

Kisah dengan rentang waktu yang sangat panjang ini menceritakan beberapa keluarga dengan kaitan cinta. Diceritakan sejak Burma masih berupa kerajaan dengan istananya yang berhias kaca di tepi sungai Irawadi.
Rajkumar, seorang India miskin yang datang ke tanah Burma dan jatuh cinta pada :
Dolly, pelayan Raja Thebaw dan Ratu Supalayat, sangat cantik dan merupakan pelayan setia sejak di Istana Burma hingga pengasingan sang Raja di Ratnagiri, India.
Rajkumar berusaha keras hingga ia bisa menjadi pengusaha kayu terkemuka. Dipaparkan perjuangannya dalam menembus hutan, mencari kayu, bersama gajah-gajah dan pawangnya, dengan gurunya Saya John, beretnis Cina penganut Kristen.
Memperlihatkan pergolakan politik dan ekonomi di masa itu, betapa Raja Thebaw dicintai orang India di pengasingannya, sampai dengan awal komoditas karet di semenanjung Malaya.
Dolly dan Rajkumar memiliki dua anak, Neel dan Dinu. Uma,sahabat Dolly, janda seorang kolektor distrik di Ratnagiri, memiliki tiga keponakan, dua diantaranya kembar, Arjun dan Manju.

Disini saya tidak terlalu membahas tokoh utama Dolly dan Rajkumar, karena merekapun sebenarnya lebih pada pengiring cerita, penghubung mengapa semua cerita ini menjadi ada. Namun penokohan generasi berikutnya sangat kuat dan berkarakter sehingga membentuk sifat masing-masing yang begitu berbeda.

Neel dan Manju saling jatuh cinta dan menikah. Mereka tinggal di Burma.
Arjun yang lelaki, digambarkan bergabung dengan militer koloni Inggris di India, disini banyak dipaparkan pergolakan jiwanya. Sebutan “tentara bayaran” melekat pada tentara India di masa ini. Arjun sangat setia dengan kesatuannya, namun ia tidak sadar bahwa ia tidak tahu berpihak pada mana, apakah pada negerinya India, atau pada Imperium yang telah memberinya kedudukan. Ketika ia bertempur dan berhadapan dengan bangsanya sendiri, ia menjadi gamang, antara bergabung dengan teman2nya menjadi laskar pembela India dan disebut pengkhianat oleh kesatuannya, atau setia pada komandannya Kapten Buckland dan mengkhianati teman2nya. Sampai pada kematiannya di medan pertempuran.
Disini dijelaskan juga sekilas tentang perjalanan panjang Rajkumar dan Dolly dari Burma kembali ke India (disebut sebagai masa Long March) yang pahit dan getir di usia mereka yang sudah lanjut pada perang dunia II, sesudah spekulasinya menimbun kayu.
Dinu, yang tumbuh tertutup dan menjadi fotografer, jatuh cinta pada Alison, cucu Saya John, ayah angkat Rajkumar. Ia berteman baik dengan Arjun, namun bersaing dalam mendapatkan cinta Alison, ketika Dinu tinggal di rumah Alison di Malaya, dan kesatuan Arjun ditempatkan di dekat situ juga. Dinu pun bertarung melawan cintanya dan persahabatannya.
Pergerakan Dinu yang mendukung Aung San, juga masa-masa pembredelan tulisan dan masa kelam negeri Burma, yang masih hingga kini.
Akhir yang ditutup oleh pertemuan di rumah Aung San Suu Kyi, menjadi manis, mengingat kini militer masih mencengkeram Burma, kini Myanmar.

Bagaimana perang memorakmorandakan keluarga, cinta, dan hubungan antar negara, hanya karena kekuasaan. Penjajahan oleh Inggris di tanah India dan Burma ini mmembentuk kemiliteran yang tidak memiliki arah, tidak tahu untuk siapa ia berperang, dan siapa yang ia perangi.
Kisah ini tidak banyak dihiasi dengan pemandangan Burma maupun India, namun setting waktu dan peristiwa menguatkan cerita yang ada di dalamnya.

View all my reviews >>

A Thousand Splendid Suns

A Thousand Splendid SunsA Thousand Splendid Suns by Khaled Hosseini

My rating: 4 of 5 stars


Cerita tentang penderitaan wanita di afganistan ini tidak terlukiskan. Aku membacanya dua hari karena seru banget dan sediiiihhhh bangeett..

Mengharukan sekali, ceritanya bagus, dan penterjemahannya juga bagus, Menceritakan tentang afganistan dari masa ke masa, membuat ku kecil hati karena tidak tahu ada negara yang masih di Asia dan semenderita itu karena perang berkepanjangan. ada Soviet, Mujahidin, Taliban, berganti2 penguasa di sana. Yang rugi siapa? rakyat kecillah yang harus rela mengabdi untuk negaranya, termasuk keluarga Laila, yang kedua kakaknya menjadi martir soviet, dan ayah ibunya tewas terkena bom, yang menyebabkan ia harus menikah dengan suami tetangganya dan menguasai hidupnya, karena peraturan pemerintah membuatnya demikian.

Peraturan bahwa wanita harus berdiam diri di rumah, tidak boleh keluar tanpa suaminya. Lalu kalau mereka janda tidak bisa juga mencari penghasilan, lalu makan apa?? dimana sih otak taliban-taliban ini. Mereka menghidupi rakyatnya juga nggak bisa, malah sibuk belanja senjata untuk perang.

Kisah Laila dan Mariam dengan setting penderitaan masa perang yang berganti-ganti ini, membuat berpikir, untuk apa semua ini??
Kenapa negara lain tuh hobi perang sih?? Kenapa tidak kita belajar untuk ikhlas dan bersyukur atas apa yang kita miliki. Sehingga kita tidak iri atas milik orang lain dan terus berusaha merebut.


View all my reviews >>