ulasan. resensi. kesan.

ulasan. resensi. kesan. ini bukuku, apa bukumu?
Tampilkan postingan dengan label heartbreak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label heartbreak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Juni 2013

Perempuan Hujan

Perempuan HujanPerempuan Hujan by Fira Basuki

My rating: 4 of 5 stars


Lelaki itu bertanya pada si perempuan,”Apa yang membuatmu suka padaku?”

Perempuan itu hanya diam, dan menatap dalam pria yang ada di sampingnya. Tidak, aku tidak tahu. Aku hanya tahu aku menyukaimu ketika melihatmu. Perempuan sering tidak bisa mengungkapkan apa yang ada dalam hatinya. Mungkin perempuan itu pemalu?

Perempuan sering membiarkan hatinya disakiti tanpa si lelaki perlu tahu. Ia memendam dalam-dalam dan tetap membiarkannya dalam senyuman. Ia hanya ingin lelaki ini bersamanya, tanpa alasan lain. Bodohkah si perempuan? Mengapa ia tetap membiarkan dirinya didera karena cinta?

Semuanya tentang kepasrahan. Tentang nasib. Tentang jalan hidup yang dipilih karena cinta. Tentang hati yang ternyata mengendalikan. Cemburu yang tidak berhak. Tidak ada yang tahu apakah yang dicintai adalah orang yang benar.

Aku mungkin mencintaimu. Untuk saat ini.
Entah esok atau kemarin.
Siapa yang bisa mematahkan hati yang telah berkeping?

Hujan itu tangis. Meluncur diam-diam tanpa firasat.





View all my reviews

Selasa, 26 Maret 2013

Pergilah Ke Mana Hati Membawamu

Pergilah Ke Mana Hati MembawamuPergilah Ke Mana Hati Membawamu by Susanna Tamaro

My rating: 4 of 5 stars


Ketika jalanmu bercabang kau berpapasan dengan kehidupan lainnya. Berkenalan atau tidak dengan mereka, terlibat dengan mereka atau membiarkan mereka lewat begitu saja, semua itu tergantung semata-mata pada keputusan sesaat. Meskipun mungkin kau tidak mengetahuinya, hidupmu dan hidup orang-orang yang dekat denganmu dipertaruhkan saat kau memilih untuk berjalan lurus atau berbelok.

Aku tertarik buku ini karena judulnya. Menurutku judul "Pergilah ke mana hati membawamu" ini adalah kalimat yang indah apalagi jika dibandingkan dengan judul terjemahan inggrisnya yang (hanya) "Follow your heart".

Aku sering berbicara dengan hatiku. Terjadi di mana saja. Di jalan, di rumah, di tempat kerja, dalam berbagai kegiatan. Sering ada sesuatu yang menyeruak hatiku dan meninggalkan ruang kosong di sana. Aku sering tahu-tahu sedih dan menangis, yang kadang kupertanyakan lagi, kenapa masih? Rupanya walaupun di luar di kulit tampak sedemikian kuat dan kerasnya, namun perasaan hati tak bisa berbohong. Satu kilatan memori bisa membawamu ke tahun-tahun yang telah lampau, yang walau tak pernah kusesali, tapi ternyata meninggalkan rongga yang cukup dalam.

Selalu ada hati yang ikut andil untuk menentukan semua keputusan. Selalu ada firasat-firasat yang tak terlogika namun dibenarkan oleh hati. Seperti sesuatu yang memberi petunjuk padamu ini benar atau ini salah. Ini benar tapi ditinggalkan atau ini salah tapi diteruskan. Begitulah bicara dengan hati. Hati yang jujur akan menunjukkan jalan pada keputusan yang (semoga) tak disesali.

Surat-surat Olga pada cucunya membayangkanku pada kemungkinan mamaku menulis surat itu pada anakku. Ia suka bercerita, aku suka bercerita, dan mamaku suka bercerita. Dulu di masa remajaku aku jarang bercerita pada mama. Aku tumbuh menjadi seseorang yang "mencari jati diri". Mama membiarkan aku asal bertanggung jawab. Tanpa disadari, aku tumbuh menjadi seperti dirinya, yang keras dan selalu teguh pada tujuan. Dulu kami sering bertengkar karena kami sama-sama keras kepala. Mungkin seperti Olga dan Ilaria di buku ini.

Sekarang, setelah aku dan mama melewati masa-masa sulitku, aku sering melewatkan akhir pekan dengan mengobrol dengan mama. Aku bercerita tentang tempat-tempat yang kudatangi, dan mama juga bercerita tentang rencana-rencana perjalanannya. Rasanya lebih mudah dan ringan. Walau aku tahu, bahwa mama adalah pengisi kekosonganku, namun bukan penggantinya.

Sering kulihat, mama mengobrol dengan anakku. Beruntungnya ia tak seperti cucu Olga yang disuratinya ini. Tapi kudengar, mama banyak mengajarkan bagaimana bertindak dengan hati. Bagaimana ia mengajari anakku sekolah, bagaimana ia selalu bercerita tentang diriku, bagaimana sosok kecil itu tumbuh menjadi seseorang yang welas asih namun kuat.

Dan aku percaya, semua yang dikerjakan dengan hati, akan membawa kita ke keputusan-keputusan yang dipercaya. Kesalahan bukan untuk disesali terus menerus, tetapi sebagai pelajaran. Tidak semua bentuk kehidupan itu normal, namun kita bisa belajar untuk hidup berdampingan dengan kekosongan.




View all my reviews

Selasa, 02 Oktober 2012

Hujan dan Teduh

Hujan dan TeduhHujan dan Teduh by Wulan Dewatra
My rating: 2 of 5 stars

Betul. Ada dua cerita di sini. Cerita tentang Bintang masa SMA dan Bintang masa kuliah, yang dibaurkan dalam cerita yang dituliskan berangkai, seolah bolak balik, atau cerita yang susul menyusul. Seperti rel yang sejajar yang dikira bersama, tapi ternyata yg satu berada jauh di belakang. Agak mengagetkan karena Bintang ini namanya sama dengan si kecilku dan Kaila ini sama dengan nama sepupunya yang setiap weekend main bersama. Kebetulan, ya?

Nama tokohnya Bintang dan Kaila. Mereka teman sebangku SMA, bermain bersama, kemudian menyadari menyukai satu sama lain, dan akhirnya hubungan mereka terhenti karena ketahuan teman-teman sekelas.
***
Nama tokohnya Bintang dan Noval. Mereka saling jatuh cinta ketika masa kuliah, kemudian menjalani hari-hari bersama yang penuh gairah, sampai akhirnya mereka berpisah karena Noval yang terlalu mengekang Bintang.


Bukan, bukan alurnya yang akan aku komentari. Cara penceritaan kan bermacam-macam, bisa maju mundur, bisa mundur terus, bisa maju terus, bisa ala sms, bisa via email, bahkan curhatan twitterpun bisa dijadikan buku. Mestinya sih nggak bermasalah.

Cuma kalau alurnya udah unik begitu, sayang paragraf-paragrafnya dalam scene yg sama banyak yang 'kentang', seperti gak dapat eksekusi yang lebih mulus lagi. Kesannya jadi FTV banget, atau film Indonesia yang banyak beredar kini tentang anak muda, banyak scene yg 'kentang'.
*ditulis gak ya contohnyaa..*

Tokoh Bintang ini emang datar banget, pasrah banget mau diapain juga sama pacarnya. Satu-satunya kelebihannya adalah dia sebenarnya soliter, yang bisa saja melakukan apa-apa sendiri tanpa pacarnya, dan bisa cuek dan move on sesudahnya, tapi dia tetap penyendiri. Tapi dibandingkan soliternya Zarah Amala, ya bisa dibilang si Bintang ini biasa-biasa aja. Dan tokoh-tokoh lain juga nggak diceritakan dengan serius, siapa itu Noval juga nggak tahu selain kakak kelas Bintang, terus pacaran sama Bintang. Adegan lempar tanahnya juga kentang banget. Dilempar, trus udah. Apalagi tentang Dewa yang muncul satu dua bak figuran. (deuu, padahal biasanya yang namanya Dewa itu ganteng loh, dan pantes dicemburuin). Memang sempat diceritakan sedikit soal Daniel (banyak banget orang namanya ini, yah), aku pikir bakal dapat lebih banyak ketika diceritakan soal mengangkat jamur dari truk, tapi ternyata segitu aja. Adegan Daniel ciuman sama Bintang juga nggak ada ujung pangkalnya juga, gak jelas time waktunya juga di sebelah mananya pestanya si Bintang (tapi aku sih ngerti kenapa Daniel nyium Bintang >ada alasannya ^_^)

Mungkin si penulis terikat dengan aturan lomba harus berapa halaman dan harus happy ending (info ini aku dapat dari seorang peserta yang nggak menang tetapi tetap diterbitkan jadi buku ~ setelah diedit-edit jadi cukup bagus) sehingga kesulitan untuk menjelajah, eh, mengeksplor tokoh-tokohnya lebih jauh. Peran ibunya Bintang yang single parent juga digambarkan cukup pas munculnya, gak kebanyakan, dan gak kekurangan. Kait-kaitan cerita masa lalu dan masa kini juga beberapa cocok, seperti tentang alasan Bintang bisa bermain gitar, atau saat perpisahannya dengan Kaila.

Aku nggak tahu ini buku ke berapanya Wulan, jadi nggak bisa membandingkan dengan karya-karyanya yang lain sih. Apalagi buku segenre yang aku baca cuma karya Winna Efendi, juri lomba ini (ohiya, sama karya Windry Ramadhina). Kalau aku sih suka banget sama karyanya Winna, yang juga suka menulis dengan alur yang berbeda-beda (favoritku masih Ai). Kalau pun ini karya pertama Wulan, as a start, oke laah.

catatan akhir, 'kentang' itu istilah akronim untuk 'kena tanggung' untuk menunjukkan sesuatu yang 'eh, lha, kok udah?' kemungkinan muncul sebelum istilah 'unyu' apalagi 'kowawa.. \\(^_^)//'
sebagai makanan sih, aku suka banget sama kentang mau diapa-apain juga.

View all my reviews

Twivortiare

TwivortiareTwivortiare by Ika Natassa
My rating: 4 of 5 stars

if other person read this book in some short time, I'm not.

i read this with a very long time, maybe such a week, because i enjoyed every word on it, and never expecting how this story will end..

it costs a lot of tears on me, because realized how they live their life, it so romantic though, to understand each other, in the middle of their egoistic thing.

i just find this quote : Sometimes, people choose to leave not because of selfish reasons. But they just know that things will get worse if they stay.

they are selfish. so they have to live in such a bad relationship before they find another else again in love. i like the story. even it doesn't make me stronger at all, but it is encouraging to something i have to get it back again. it named happiness.

View all my reviews

Minggu, 29 Juli 2012

Antologi Rasa

Antologi RasaAntologi Rasa by Ika Natassa
My rating: 4 of 5 stars

"Kalau ada apa-apa, ngomong ke gue ya, Key," kata gue malam itu. "Kalau lo pusing karena ada nasabah lo yang ngemplang dan perlu gue datangin untuk gue gebukin supaya bayar tunggakannya ke lo, gue juga mau." (h.328)

Menurut kamu bagaimana kalau ada seorang sahabat laki-laki mengatakan demikian? Apakah kamu merasa tersanjung dan berbunga-bunga? *oh, so sweet....* Atau merasa kata-kata itu gombal saja dan hanya salah satu upaya rayuan pria? *lebay deh lo....*

Sah-sah aja sih mengatakan demikian. Memang harus hati-hati menghadapi laki-laki macam Harris Risjad. Lelaki sejuta pesona ganteng keren yang (seharusnya) sanggup menundukkan hatimu. Bikin melongo sekaligus misuh-misuh tanpa ampun. Jatuh cinta setengah mati sama Keara, yang jelas-jelas menendangnya jauh-jauh.

Keara yang agak muna' karena ia nggak mau mengakui kalau ia naksir berat sama Ruly. Loh, memangnya kalau cinta harus bilang? Kalau enggak gimana? Ada sih yang bilang walaupun cewek, berani bilang aja kalau cinta, ngapain gengsi, muna' banget, sih. Weeww.. Asal tahu aja kalau minta duit ke ortu itu seribu kali lebih mudah daripada bilang cinta ke gebetan yang dikenal baik. Dipikir gampang apa menumbuhkan keberanian gitu? Kalau mengungkapkan itu semudah jatuh cintanya, pasti nggak bakal banyak film atau novel bertemakan cinta dan segala liku-likunya. Untuk itulah Tuhan menciptakan kesulitan dalam cinta. Haha!

Dan Ruly, protagonis yang digambarkan hampir mirip dengan Fahri AAC (pas miripnya karena sama-sama pengen gue lempar) baik hati, santun, taat, dan bodohnya nggak lihat kalau di depan matanya ada sahabat perempuan yang jatuh cinta sama dia. Noraknya karena suka sama ST 12 (apaaa coba maksudnya si cowok 'idaman' ini mesti suka ST 12? kenapa? kenapaa? HAH!!!)

Dan aku suka sekali buku ini. Kata-katanya lugas, lucu, tas tes, jleb, menohok, bikin jungkir balik, jujur, dan bikin mengkampret-kampretkan cinta. Cocok banget dijuduli Antologi Rasa. Dari rasa indah terbang ke bulan sampai rasa bego pengen ditabrak truk juga ada.

Ada diantara lo yang sekeren gue dan sudah pernah naik Formula Rossa? Ini roller coaster tercepat di dunia, hanya ada di amusement park untuk pencinta balapan yang ada di Ferrarri World di Abu Dhabi, akselerasi 0-240 km/jam dalam hanya 4,9 detik! Belokan paling tajamnya sampai 70 derajat dan G-Force-nya – tekanan kecepatan- sampai 1,7 Gs.
Kecepatan roller coaster itu sukses mengacak-acak detak jantung gue ketika gue ke sana tahun lalu. Sinting. Tapi mendengar cerita dari mulut si Ruly ini tentang dia dan Keara tadi malam efeknya kira-kira begini : gue naik roller coaster tujuh kali berturut-turut, pas turun gue udah ketawa-ketawa gila saking pusingnya, sempoyongan mau nyebrang jalan terus ditabrak truk dan mati terkapar. (h.323)


Yeaahh, kutipan dari Harris lagi. Apa perlu jatuh cinta sama lelaki semacam dia? Atau lebih baik kita mendendangkan lagu John Mayer ini sama-sama??

Friends, lovers, or nothing...
There'll never be an in-between...



View all my reviews

Kamis, 08 Maret 2012

The Unknown Errors of Our Lives: Kesalahan-Kesalahan yang Tidak Diketahui dalam Hidup Kita

The Unknown Errors of Our Lives: Kesalahan-Kesalahan yang Tidak Diketahui dalam Hidup KitaThe Unknown Errors of Our Lives: Kesalahan-Kesalahan yang Tidak Diketahui dalam Hidup Kita by Chitra Banerjee Divakaruni
My rating: 4 of 5 stars

#2012-02

"Waktu aku beranjak dewasa di Calcutta, ibuku punya satu ungkapan yang sangat disukainya : Cinta seorang pria baik akan menyelamatkan hidupmu."

Kesembilan kisah dalam cerita ini mengisahkan sepenggal hidup perempuan. Mereka memiliki satu titik, satu hal dalam hidup yang akan mengubah jalan.

Nyonya Dutta yang mencari kebahagiaannya ketika mengikuti anak lelaki dan menantunya ke Amerika, ketika ternyata kehidupan sehari-hari bersama tidaklah sama dengan liburan keluarga. Gelisah. Perempuan yang meninggalkan anaknya untuk menjaga adiknya. Menggantikan tugas ibu yang pernah menjaga mereka berdua. Persaudaraan. Leela dan nyonya Das yang tidak mengenal satu sama lain namun bersama dalam situasi ketidakberuntungan. Rasa bersalah. Mona, yang hidup bersama ibunya sejak kecil, tidak bisa memaafkan ayahnya yang meninggalkannya. Penyesalan. Aparna, yang tergolek di rumah sakit usai melahirkan anak pertamanya, patah semangat untuk hidup, dan dibangkitkan oleh seorang dokter Inggris. Cinta. Seorang kakak, yang hidup berpindah-pindah karena kegagalan keluarganya, seorang ayah yang pemabuk, seorang ibu rapuh yang menyayangi kedua anaknya. Ketakutan. Mira, perempuan Bombay yang melarikan diri ke Amerika sesudah huru hara, mencari kehidupan yang baru dalam cinta perempuan dan laki-laki. Gurun Sacramento yang mengajari pencarian dirinya. Kepercayaan. Ruchira, yang menyadari bahwa setiap orang punya masa lalu, dan tak selamanya itu bisa lewat begitu saja. Selalu bisa kembali tiba-tiba. Apologize. Seorang ibu dan dua anaknya yang berlibur dari California ke Calcutta. Mencoba menelusuri masa lalu di kota ini. Mengenalkan budaya asli pada anak-anaknya yang kelahiran Amerika. Melihat bintang dari dataran India. Kenangan.

Apa yang kau cari, Perempuan? Ketika kau meninggalkan kampung halamanmu untuk mencari pengalaman, tempaan untuk sejenak menguatkan, sebelum berputar dalam lingkaran api itu, dengan sindoor di kepala. Perempuan-perempuan ini punya hak untuk memilih seperti apa hidup yang dijalaninya. Mereka saling menguatkan satu sama lain.
...yang juga percaya bahwa untuk menyelamatkan orang yang kaucintai, kau harus mengorbankan hidupmu sendiri.

Ashwini, Bharani, Kritika, Rohini. Nama-nama bintang dalam bahasa Bengali. Kenangan. Kampung halaman takkan lupa dari ingatan.


View all my reviews

Sabtu, 28 Januari 2012

When God was A Rabbit

When God was A RabbitWhen God was A Rabbit by Sarah Winman
My rating: 2 of 5 stars

#2011-45

Rasanya memang nggak biasa kalau kamu punya kelinci yang dikasih nama ‘god’. Atau ‘tuhan’. Atau mungkin kita saja yang nggak terbiasa untuk mengerti sekeluarga yang tidak percaya Tuhan. Mungkin kita bisa bilang aneh. Mungkin juga tidak. Keluarga dengan ayah dan ibu atheis, anak lelaki gay, tante lesbi, anak perempuan dengan rahasianya, sahabat perempuan yang masuk penjara, dan hadiah undian yang amat besar.

Dari awal ceritanya memang agak aneh dan penuh teka-teki. Banyak rahasia-rahasia yang disembunyikan dan tidak terungkap. Atau mungkin sebenarnya tersirat, tapi tidak tersurat. Agak aneh memang, karena kelihatannya buku ini cerita kehidupan keluarga yang diceritakan di atas.

when god was a rabbit : dari kalimatnya menjelaskan satu masa, ketika keluarga ini punya kelinci bernama ‘god’. Lalu apa istimewanya? Apa kelebihan kelinci ini? Apa ia seperti Edward Tulane di The Miraculous Journey of Edward Tulane Apa bedanya ketika ada ‘god’ dengan tidak ada ‘god’ (kelinci, maksud saya). Sepertinya keluarga ini tetap berjalan baik-baik saja. Jadi apa istimewanya kelinci ini? Mungkin ia hanya dijadikan satu simbol, penanda masa kecil.

Then what?? *bacanya geregetan*

Cerita ini menarik, tentang keluarga unik. Ngebayanginnya kalau film ini difilmkan mungkin seperti film The Kids are Allright, tentang 2 anak yang diasuh sepasang orangtua lesbian. Drama yang unik.

Tapi saya tidak bisa menikmati ceritanya. Apa cuma saya yang merasa demikian? Kenapa beberapa kalimat saya pasti mikir apa ya kalimatnya dalam bahasa inggris..
Maaf buat penerjemahnya yang kebetulan saya kenal. Kalimat-kalimatnya terasa ‘terjemahan banget’ dan agak tidak mengalir. Apa kata-kata dalam kalimat-kalimat asli tidak bisa diganti menjadi satu paragraf baru ya? Saya sih tidak tahu etik penerjemahan, tapi apabila dalam penerjemahannya kata per kata ini menimbulkan kekakuan (salah makna sih, tidak) apa boleh agak dibetulkan begitu? Maaf, karena saya bukan penulis juga, hanya pembaca, jadi kurang bisa memberikan saran kalimat.

h.127. scene : menatap ruang kosong yang ditinggalkan sebelum pindah.
Tidak ada piano untuk bermanuver; lukisan untuk mendandani tembok, atau karpet bertekstur berat untuk menghangatkan lantai batu. Tak ada lampu duduk yang menyembunyikan bayangan di sudut seperti penumpang gelap, atau peti kayu besar era Victoria yang berisi linen serta sachet-sachet lavender, dan berusaha keras menyingkirkan kelembaban selama bulan-bulan musim dingin. Tidak, semua itu belum kami punyai, tapi akan menyemarakkan hidup kami kelak.
Tidak ada piano yang bisa kami kelilingi (jika maksudnya manuver adalah itu), lukisan penghias dinding, atau karpet tebal penghangat lantai batu...
Tidak, semua itu belum kami miliki,...

h.152. scene : di perahu.
Kutelungkupkan tangan di depan alis, sinar matahari menusuk dan menerpa permukaan air, menyoroti buih yang centang perenang. Saat itu salah satu hari pengujung musim panas, baik alam maupun Joe merespons. Ia berbaring di lapisan jok dan menutupi wajahnya dengan topi memancing.
Kutudungkan tangan di atas mata,...menyoroti buih yang centang perenang (maaf dengan sering digunakannya kata ini akhir-akhir ini, saya nggak ngerti apa sih artinya centang perenang? Saya kira sejenis kondisi tali..).. hari penghujung (atau memang pengujung yang benar?) .. maupun Joe merespon (tanpa ‘s’)...

h.163. scene : di halaman.
Hari itu musim panas dan cerah, hari pertamaku melihat Mr. Arthur Henry berjalan memasuki desa mengakibatkan banyak mulut ternganga dan gosip Cornish yang bermacam-macam di siang hari. Ia mengenakan linen rangkap empat, kemeja bergaris biru dan kuning, serta dasi polkadot merah muda yang sangat besar hingga lehernya hampir tak terlihat. Ia membawa tongkat di satu tangan dan surat kabar di tangan sebelah lagi. Lalu sesekali ia mengibaskan tawon yang tertarik pada wangi manisnya bebungaan yang menguar dari kulit pucatnya.
Apa sih gosip Cornish atau linen rangkap empat? Mungkin perlu ditambahkan catatan kaki di sini.

Back cover :
Sementara itu, Elly memiliki rahasia besar yang disimpan erat-erat dari orang tuanya dan hanya diketahui oleh kakaknya, Joe. Tuhan jelas tidak sedang bermain dadu dalam hidup Ellie. Namun, ketika kemudian seekor kelici muncul dengan nama GOD, kehidupan Elly dan keluarganya pun berubah.
Elly dan Ellie. Apa nama panggilan bisa tidak konsisten dalam penulisan verbalnya? Kalau di dalam percakapan, mungkin bisa. Tapi kalau kalimat biasa, mungkin lebih baik tetap konsisten. Apalagi ini back cover.

Rahasia-rahasia yang ada di awal cerita, apakah terungkap di akhir? Kalau saya baca sih terungkap, namun dalam kondisi masih dirahasiakan (dari pembaca, untuk tokoh2nya sih, terungkap). Apa tabu untuk diungkapkan dengan gamblang? Rasanya enggak. Apa memang ceritanya begitu? Sengaja dengan gaya teka teki? Seperti menyembunyikan sesuatu yang dialami tokoh utama dengan menceritakan drama bertahun-tahun. Isu yang mau diangkat menjadi tidak kelihatan, tentang atheis dan rahasia Elly, tenggelam dalam kejadian-kejadian yang dialami keluarga ini, pindah rumah, gay, penjara, homeschool. Mungkin juga cerita ini ditulis tidak untuk menceritakan isu itu.

Mungkin hanya tentang hidup.




View all my reviews

Minggu, 16 Oktober 2011

50 Ways to Find a Lover

50 Ways to Find a Lover50 Ways to Find a Lover by Lucy-Anne Holmes
My rating: 2 of 5 stars

#2011024#

Oke.
Ceritanya adalah tentang seorang gadis yang tak tak kunjung mendapatkan pasangan. Umurnya mendekati 30 tahun. Ia panik karena terus-terusan ditanyai keluarganya soal pacar dan menikah, bahkan sempat diaudisi untuk peran mendapatkan pacar di sebuah reality show.

Jaman dulu, seorang gadis dinikahkan begitu akil baliq. Kira-kira umur 13-15 tahun. Di umur seperti itu seorang perempuan muda sudah harus bisa melayani laki-laki. Beberapa masa kemudian, lulus sekolah lanjutan adalah patokan selanjutnya. Sekitar umur 17-20 an. Makin ke masa sekarang-sekarang ini, perempuan banyak yang memundurkan usia menikahnya, karena semakin terbiasa di masyarakat umum kalau menikah di usia yang lebih tua. Memang, berkaitan dengan aktifnya organ reproduksi wanita, wajarlah kalau memang dituntut untuk menikah di umur 20-30 tahun. Jadi, ketika di umur itu ia tidak mendapatkan pasangan, predikat 'perawan tua' akan melekat.

C'mon girls, life isn't that bad..
Kalau dilihat Sarah Sargeant ini, paniknya, bisa tertawa sendiri. Dalam pikirannya isinya hanya how to find a lover. Kencan buta, datang pesta bujangan, kencan kilat, dijodohkan. I don't know wheter it's funny, but isn't it stupid? Memangnya tidak ada yang bisa dikerjakan sehari-hari yang lebih bermanfaat? Sebagai aktris, mestinya dia punya wajah yang cukup lumayan (aku membayangkan dia secantik seperti artis selewatan di sinetron2 indonesia), koq nggak dapat2 pacar? Apalagi sampai2 yang dipikirkan di kepalanya cuma itu. Jaman sekarang, belum terlalu aneh koq kalau di umur 35 tahun kamu belum menikah, kalau kamu memang punya keahlian lain yang bisa dibanggakan.

Yah, kalau aku jadi temannya, aku akan bilang, get a life, Sarah, masih banyak yang bisa kamu lakukan selain hanya nyari jodoh semata. Terkadang, jodoh nggak akan datang ketika dicari dengan penuh niat. Lebih baik carilah teman, yang baik yang bisa mengerti kamu. Yang sehobi dengan kamu. Yang tahu kebaikan maupun keburukan kamu, yang mau mengingatkan kalau salah, mendukung kalau benar. Siapa tahu, disitulah inner beauty akan tampak. Bukan dari paras, namun dari otak, tindakan, dan ketulusan.

So, go! Get a fish!

***
note :
Aku lebih suka tema yang diusung Stupid and Contagious, cara menulisnya juga. Buku ini terlalu biasa, isinya terlalu full curhat. Tapi terjemahannya bagus, cukup rapi. Typo-nya tidak banyak, kurang dari 10 buah.. (dan tidak kucatat pula).

View all my reviews

Wuthering Heights

Wuthering HeightsWuthering Heights by Emily Brontë
My rating: 5 of 5 stars

#2011-19#

Seseorang yang tidak pernah dicintai, akan sulit untuk memahami bagaimana caranya mencintai.

Heathcliff, tanpa nama belakang, ditemukan di pinggir jalanan London oleh Mr. Earnshaw, pemilik Wuthering Heights. Dibesarkan dengan kebencian keluarga Earnshaw terhadap dirinya, kecuali Mr. Earnshaw yang berumur pendek.
Tumbuh bersama Catherine Earnshaw yang riang dan ketus, yang menjadikannya teman bermain, kenakalan anak kecil, seseorang yang ia tidak ingin kehilangan seumur hidupnya, ia jaga, ia jadikan belahan jiwanya, hidupnya.

Sampai pada saat mereka tersesat ke Thrusscross Grange, dan membuat Catherine bertemu Linton, yang santun, dan bisa mengubah Catherine yang liar menjadi kalem, menjadi perempuan anggun, dan tidak terjangkau lagi oleh Heathcliff, bukan lagi teman yang bisa berkeliaran bersama lagi. Catherine jatuh cinta pada Linton, menikah dengannya, meninggalkan Heathcliff, tapi memendam rasa tak terungkap.

Cinta Heathcliff pada Catherine yang begitu besar, namun sayang ia tidak tahu bagaimana cara mencinta. Obsesif, keinginan memiliki, menguasai, dendam, semua diatasnamakan cinta. Tidak hanya semasa remaja, bahkan seluruh hidupnya hanya memikirkan bagaimana untuk membalas sakit hatinya karena merasa dikhianati Catherine. Tidak sebentar, namun bertahun-tahun, berusaha meraih kembali apa yang ia pikir seharusnya menjadi miliknya.

Cinta memang menakutkan. Kadang ia bisa menjadi manis dan lembut. Menyenangkan, membuat bahagia, membuat muka berseri-seri. Kadang ia memberi tangis, membuat sedih, bersungut-sungut, cemburu, hingga marah tak terkendali.

Cinta yang teramat dalam membuat posesif, ingin menguasai, bahkan membinasakan. Apa ini masih namanya cinta? Apa ini sudah yang namanya nafsu? Kalau dibilang antara cinta dan nafsu itu begitu tipis, hingga bisa dipertukarkan. Dicurangi, sehingga dianggap bisa menggantikan satu sama lain. Cinta yang demikian besar sehingga menghancurkan. Seperti menanam cinta yang berubah menjadi racun yang lama kelamaan akan menginfeksi diri sendiri juga. Terjerat bukan pada cinta sejati namun ambisi.

Don't let your heart's desire become your heart's disease...


*****
my birthday gift from my twin birthday sister Mery Momo.
*bighug*

cerita ini yang menginspirasi bella swan's tale kah?? really better, though.


View all my reviews

Vita Brevis: Sebuah Gugatan dari Cinta

Vita Brevis: Sebuah Gugatan dari CintaVita Brevis: Sebuah Gugatan dari Cinta by Jostein Gaarder
My rating: 3 of 5 stars

#2011-12#

vita brevis est, floriae..

Hidup ini singkat.
Bagaimana bisa kau cemburu pada Tuhan? Sudah pasti kau akan kalah. Dan bolehkah kau menggugat?
Jika seseorang diminta memilih antara mengabdikan pada Tuhan, atau pada cintanya, mana yang dipilih?

Pilihannya tidak ada yang salah, sayang. Mengabdikan diri pada Tuhan akan dianggap benar, dan menjatuhkan diri pada cinta juga tidak salah. Dan anehnya, terkadang kita bisa membenarkan segalanya atas dasar cinta. Padahal selain cinta yang dirasakan, juga ada nafsu, cemburu, benci yang kadang menyertai.

Manusia yang diciptakan oleh Tuhan, dan dijatuhkan ke bumi oleh setan, memang harus menjalani takdirnya untuk hidup dengan kedua bagian ini.

Bukan demi cinta aku rela mati, tapi demi cinta aku bertahan hidup.



View all my reviews

Akademos

AkademosAkademos by Bagus Takwin

My rating: 2 of 5 stars


#2011-11#



Membaca buku ini serasa membaca diary masa kuliah. Ya lebay begitu, ya sok jagoan, ya cerita jatuh cinta, cerita kekompakan, semua nongol di sini.

Dituliskan dengan gaya membaca catatan harian dengan tokoh-tokoh sekitar yang dia baca, seperti karya Pramoedya, Gunawan Moehammad, Satre, Simone Le beauvoir, Freud bahkan Albert Camus, dengan penjelasan-penjelasan singkat berupa potongan-potongan essaynya.

Potongan diary ini yang membuat kau bisa termehek-mehek kalau kamu orangnya mudah terlena, atau merengut bosan kalau kamu orang yang butuh penjelasan langsung.

Settingnya mirip sekali dengan masa kuliah saya. Sama-sama di kampus beringin, sama-sama jatuh cinta, sama-sama bandel, dan mengalami masa menurunkan Suharto, nginep di gedung MPR.



View all my reviews

The Great Gatsby

The Great GatsbyThe Great Gatsby by F. Scott Fitzgerald
My rating: 4 of 5 stars

#2011-03#

terkadang heran, ada beberapa pria yang benar-benar bodoh menghadapi cinta. kalau tidak terlalu menyepelekan, mereka menjadi terlalu serius.

pria pertama, tidak tahu bahwa ia jatuh cinta pada seorang perempuan, tidak tahu pula bahwa ia mencampakkannya.
pria kedua, mencintai seorang perempuan, merasa memilikinya, namun tetap saja berselingkuh dengan perempuan lain.
pria ketiga, mencintai mati-matian seorang perempuan, bahkan menemui maut sebagai korban dari rasa cintanya untuk melindungi.
pria keempat, tidak tahu cinta atau dendam, atau hanya mengejar kehormatannya sebagai laki-laki saja.

dan perempuan-perempuan ini yang menjadi besar kepala karena mereka merasa dicintai..


View all my reviews

Kamis, 12 Agustus 2010

Hembus Angin Utara

Hembus Angin UtaraHembus Angin Utara by Daniel Glattauer

My rating: 4 of 5 stars


Saya minum untuk kita. Saat ini saya sedikit mabuk. tapi tidak terlalu. Dan sekarang giliran Anda, tulislah sesuatu untuk saya, Emmi. Menulis seperti mengecup, hanya tanpa bibir. Menulis adalah mengecup dengan pikiran... h.120

Keajaiban email, seperti keajaiban sahabat pena, hanya saja lebih cepat.
Mereka tidak saling mengenal. Hanya kebetulan saja karena email salah sambung. Lalu dua orang ini mulai berkomunikasi karena salah satu melontarkan sambutan hangat, kalau mau dibilang sedikit menyindir..

No subject
Selamat Natal dan Tahun Baru. Dari Emmi Rothner.

dua menit kemudian
Dear Emmi Rothner, kita memang nyaris hanya kenal lebih sedikit daripada tidak sama sekali. Meskipun begitu, saya mengucapkan terima kasih atas ucapan email massal anda yang hangat dan sangat orisinal!
Saya memang lebih suka email massal yang ditujukan kepada sekelompok orang yang saya bukanlah bagian dari mereka. Wass, Leo Leike.
h.10

Lalu mereka mulai berkomunikasi setiap hari. Tanpa tatap indera, semua hubungan ini hanya lewat tulisan. Ada atau tidak kejujuran disana, tidak ada yang tahu. Tapi kita tahu ada emosi di sana. Walau hanya lewat tulisan, tetapi mengerahkan semua emosi lewat berbagai simbol, huruf besar, tanda baca, dapat membuat kita mengira-ngira emosi apa yang terjadi dalam diri mereka berdua.

RE:
Apa? Jadi sekarang Anda mau pergi? Leo, sebentar! Jawab dulu! Sekarang juga! Please!

setengah jam kemudian
RE:
Sial, benar dia tidak menjawab. Mungkin betul, dia monster berbulu lebat itu..
h.68

Seperti menemukan dunia baru.
Seperti tahu-tahu kamu menemukan teman dimana kamu cerita bagaimana harimu, dan hal-hal remeh temeh, bercanda, berkelit, marah, ngambek, senang, bahagia, kesal, ketus, seperti apa yang bisa saja dilewati dengan teman-teman biasa, hanya saja ini lewat email. Lewat tulisan.
Mengungkapkan perasaan lewat tulisan.
Menebak perasaan lewat gaya menulis, isi tulisan... mengira-ngira apakah di yang disana sedang senang, atau marah karena email ini. Merayu, merindu, hingga mabuk dan minum anggur bersama..

Ada kisah masa pengenalan, penasaran, kangen, pengakuan, cemburu, penghianatan, damai, rendezvous hingga akhir yang tak terduga.. betul2 kejutan.

"Aku kira aku mengenal ’dirinya’ dari email. Tidak. Terlalu banyak yang disembunyikan. Siapa yang tahu ini akan berkembang menjadi apa??"

***
Dapet juga di Blok M Square ketika lagi ngider-ngider dan ngobrol2 ma penterjemahnya *aka yang jualan* n dpt TTDnya juga..
Dengan senyum maniss dan janji akan dateng lagi, dapatlah saya diskon 30%.

Isinya roman percakapan by email oleh dua orang. Bahasanya halus dan cantik.. Kayaknya ini cerita cinta deh. Layout settingnya bagus, bukunya pas, cetakannya bagus.


View all my reviews >>

Jumat, 09 Juli 2010

sayang anakku...

30 Hari Jadi Murid Anakku30 Hari Jadi Murid Anakku by Mel

My rating: 4 of 5 stars


Lucu ya, ketika kisah si kecil dijadikan buku seperti ini. Mengingatkan pada kehidupan sehari-hari. Begitu banyak hal yang aku lewati bersama anak, yang memang mengajari aku akan hal-hal baru, karena ternyata sifat kami ada perbedaan, ataupun cerminan diriku sendiri.
Terkadang kita tak sadar, kita mengajari si kecil sesuatu yang baik, dan akhirnya ia mengingatkan kita akan itu kalau kita salah. Kita bilang, jangan bohong nak, maka kita pun tidak boleh bohong.
Berat memang menjadi orang tua, tapi beberapa sisi kehidupan yang diolah oleh Mel memang kita ajarkan untuk anak-anak, yang kalau dituruti menjadi pembelajaran kembali untuk kita orang tua. Orang tua terkadang lupa, hanya ingin mendewasakan anak2nya. Menganggap yang benar adalah duduk manis, belajar supaya pintar, makan yang banyak. Kita seringkali lupa bahwa anak-anak pun punya karakter masing-masing.
Betapa bahagianya saya kalau pulang kerja ketemu Bintang dan dia teriak “Bunda pulaaangg!!!” sambil memeluk dan menggeret-geret saya sambil membawa buku kesayangannya, sementara saya sebenarnya capek dan pegel-pegel.
Betapa berharganya quality time yang dihabiskan bersama Bintang, berdua bersama Bintang, datang ke kopdar GRI di bunderan HI.. yang berakhir dengan acara lari-lari dan kejar2an berdua, mirip dengan digambarkan oleh kakak Mel sebagai kencan-kencan bersama si Sulung.
Anak adalah inspirasi. Vitaminku setiap pagi adalah tawa Bintang. Obat pegelku kalau malam adalah celotehannya yang cadel. Capekku kalau lari pagi bersamanya dan berakhir dengan gendongan. Aku sedih kalau dia sakit. Ia sedih kalau lihat bundanya sampai menangis marah kalau ia kelewatan nakal.
Mungkin isi buku ini tidak ‘menampar’ saya seperti Gieb. Tapi lebih untuk menguatkan saya bagaimana cara menghadapi Bintang, yang mungkin di kemudian hari akan cerewet dan kritis seperti Si Sulungnya Mel. Menghadapi anak tidak perlu dengan segudang aturan, tapi dengan hati, dengan bicara. Anak adalah sahabatku. Sama seperti ibu adalah sahabatku.

View all my reviews >>

Kisah Langit Merah

Kisah Langit MerahKisah Langit Merah by Bubin Lantang

My rating: 4 of 5 stars


bubin, my favorite beside gong.

cerita tentang indonesia, kebobrokan politik, kisah cintanya dengan Daria.. semua disusun dengan plot bolak balik namun mengalir rapi.
semua membandingkan dengan masterpiece bubin, anak2 mama alin.
Gaya cerita yang sama, cowok banget, kuat, tidak mellow, mengingatkan aku sepintas bahwa tokoh Langit ini adalah Kekes, kembar tertua di AAMA. Sedangkan adiknya Matahari, mengingatkan pada 'Ra, kembar ketiga, yang bengal, tukang bikin onar, tapi sayang banget sama keluarganya.

Ingat tokoh Kori di akhir AAMA yang diceritakan tewas kecelakaan? Dengan tidak adanya tokoh saudara perempuan mungkin bubin ingin melepaskan diri dari kisah AAMA dan memulai tulisannya lagi.
bubin menunjukkan konsistensi gaya tulisannya yang tegas dan runut, namun bersemangat dan bergelora. Laki bangeet!! Apakah karena dia tidak jadi scripwriter (saya tidak tahu), karena yang pengarang era dia tulisannya sekarang lebih mendayu2 (karena jd scripwriter?) Hilman, Arini, Adra, Zara, bahkan Gong (setelah baca cinta-Mu seluas samudra yang lbh mirip naskah sinetron).




View all my reviews >>

A Thousand Splendid Suns

A Thousand Splendid SunsA Thousand Splendid Suns by Khaled Hosseini

My rating: 4 of 5 stars


Cerita tentang penderitaan wanita di afganistan ini tidak terlukiskan. Aku membacanya dua hari karena seru banget dan sediiiihhhh bangeett..

Mengharukan sekali, ceritanya bagus, dan penterjemahannya juga bagus, Menceritakan tentang afganistan dari masa ke masa, membuat ku kecil hati karena tidak tahu ada negara yang masih di Asia dan semenderita itu karena perang berkepanjangan. ada Soviet, Mujahidin, Taliban, berganti2 penguasa di sana. Yang rugi siapa? rakyat kecillah yang harus rela mengabdi untuk negaranya, termasuk keluarga Laila, yang kedua kakaknya menjadi martir soviet, dan ayah ibunya tewas terkena bom, yang menyebabkan ia harus menikah dengan suami tetangganya dan menguasai hidupnya, karena peraturan pemerintah membuatnya demikian.

Peraturan bahwa wanita harus berdiam diri di rumah, tidak boleh keluar tanpa suaminya. Lalu kalau mereka janda tidak bisa juga mencari penghasilan, lalu makan apa?? dimana sih otak taliban-taliban ini. Mereka menghidupi rakyatnya juga nggak bisa, malah sibuk belanja senjata untuk perang.

Kisah Laila dan Mariam dengan setting penderitaan masa perang yang berganti-ganti ini, membuat berpikir, untuk apa semua ini??
Kenapa negara lain tuh hobi perang sih?? Kenapa tidak kita belajar untuk ikhlas dan bersyukur atas apa yang kita miliki. Sehingga kita tidak iri atas milik orang lain dan terus berusaha merebut.


View all my reviews >>