ulasan. resensi. kesan.

ulasan. resensi. kesan. ini bukuku, apa bukumu?

Jumat, 09 Juli 2010

Metropolis

MetropolisMetropolis by Windry Ramadhina

My rating: 4 of 5 stars


Plotnya menarik dan kisahnya seru. Membuat saya menyelesaikannya di pagi libur Sabtu ini, bukan di kereta.
Tokoh Bram, Erik, Morris, Burhan(mengingatkan pada Erik Estrada??) memperlihatkan good cop, bad cop, and grey cop?? Manusia tidak sempurna2 amat.
Setting cerita perang antar geng dan polisi walaupun khas film2 hollywood, tapi Windry meramunya dengan enak, cukup bercitarasa Indonesia masa kini. Karena sisi mafia narkoba jadi bagi pembaca 'baik-baik' seperti saya ya nggak tahu apakah benar dalam geng mafia narkoba itu seperti itu, jadi saya tidak masalah dengan isi ceritanya.
Karena datang terlambat waktu launchingnya di Museum Bank Mandiri, jadilah saya tidak dapat 'kisah di balik kisah' penulisan buku ini. Sebenarnya pengen tahu aja sih, apa yang membuat Windry menulis topik ini.. lain banget dari background Windry yang sama denganku.

'demi ayahku yang sudah mati..'
adalah isi kepala dari tokoh2 di sini.
Agusta Bram yang ditinggal ayahnya terbunuh karena kecanduan narkoba
Ferry Saada yang ayahnya dibunuh
Johan Al membalas dendam karena anggota sindikat 12 membunuh ayahnya

Dan beberapa kebetulan yang mirip
Miaa setiap membaca teringat pada Miaaa kiper kita
Aretha yang punya MOSS, perusahaan konstruksi?? Tahu kan Win, ada senior kita yang punya biro desain namanya MOSS design studio??

Bukti yang datang belakangan, memperjelas isi cerita buku ini. Akhir di depan nisan, dapat tergambarkan dengan manis. Sad ending, but really end.


View all my reviews >>

Kisah Langit Merah

Kisah Langit MerahKisah Langit Merah by Bubin Lantang

My rating: 4 of 5 stars


bubin, my favorite beside gong.

cerita tentang indonesia, kebobrokan politik, kisah cintanya dengan Daria.. semua disusun dengan plot bolak balik namun mengalir rapi.
semua membandingkan dengan masterpiece bubin, anak2 mama alin.
Gaya cerita yang sama, cowok banget, kuat, tidak mellow, mengingatkan aku sepintas bahwa tokoh Langit ini adalah Kekes, kembar tertua di AAMA. Sedangkan adiknya Matahari, mengingatkan pada 'Ra, kembar ketiga, yang bengal, tukang bikin onar, tapi sayang banget sama keluarganya.

Ingat tokoh Kori di akhir AAMA yang diceritakan tewas kecelakaan? Dengan tidak adanya tokoh saudara perempuan mungkin bubin ingin melepaskan diri dari kisah AAMA dan memulai tulisannya lagi.
bubin menunjukkan konsistensi gaya tulisannya yang tegas dan runut, namun bersemangat dan bergelora. Laki bangeet!! Apakah karena dia tidak jadi scripwriter (saya tidak tahu), karena yang pengarang era dia tulisannya sekarang lebih mendayu2 (karena jd scripwriter?) Hilman, Arini, Adra, Zara, bahkan Gong (setelah baca cinta-Mu seluas samudra yang lbh mirip naskah sinetron).




View all my reviews >>

Ciao Italia: Catatan Petualangan Empat Musim

Ciao Italia: Catatan Petualangan Empat MusimCiao Italia: Catatan Petualangan Empat Musim by Gama Harjono

My rating: 3 of 5 stars


my 300th book!!!
Seperti tidak baca buku, seperti baca blog aja, dengan kata2 lisan yang diverbalkan. Keseluruhan ceritanya menarik, namun mungkin karena tujuannya untuk menceriakan 'asyiknya' di Italia, untuk guide, yah banyak yang subjektif. Makanya banyak keseling bacanya.
Kalau mau lebih banyak tau soal Italia, lebih baik baca buku yang lebih informatif. Sebagai selingan ini, okelah..

View all my reviews >>

Putri_Si_Pembuat_Kembang_Api

Putri Si Pembuat Kembang Api (The Firework Maker's Daughter)Putri Si Pembuat Kembang Api by Philip Pullman

My rating: 4 of 5 stars


Buku ini walaupun ditujukan untuk anak-anak, namun bagus juga dibaca oleh orang dewasa.
Kegigihan, persahabatan, kejujuran, rela berkorban, bahkan juga tidak sombong dan tidak berbagi rahasia keahlian, menjadi moral cerita ini.

sesudah baca clockwork dan spring-heeled jack, ternyata untuk gold medal prize ini ceritanya sangat luar biasa.

sederhana, namun menawan.

View all my reviews >>

Kota Rumah Kita

Kota Rumah KitaKota Rumah Kita by Marco Kusumawijaya

My rating: 5 of 5 stars


Untuk siapa sebenarnya pembangunan kota ini?
Jalan tol, jalan layang, underpass.. hanya untuk memenuhi kebutuhan ruas jalan yang dipenuhi mobil pribadi
Kota ini bagai magnet, terus mendatangkan orang
Kota ini susah diatur, karena lingkungan yang amat heterogen

Banjir terus datang, namun warga ciliwung tak pernah kapok
Transportasi umum dibenahi, namun tak pernah cukup
Bus, kereta, metromini, angkot, bajaj, ojek

Lapangan hijau berkurang
dipagari, dibisniskan, lalu kita mau main dimana?
Jalan raya selalu berdebu, asap kendaraan yang tak lolos uji emisi

Mal baru tumbuh, mal lama bangkrut
SPG berdandan bak karyawan bank

Katanya Indonesia miskin, tapi koq boros??

View all my reviews >>

Clockwork (After Words)

Clockwork (After Words)Clockwork by Philip Pullman

My rating: 4 of 5 stars


Buku yang bagus tentang tanggung jawab.
Karl tidak menyelesaikan pekerjaannya membuat jam, dan mencoba berbuat curang.
Fritz tidak menyelesaikan tulisannya, mencoba berkhayal bahwa ia sudah punya akhir, bahkan sok menasehati Karl. Akhirnya ia kabur dan tidak menulis lagi, karena ciptaannya muncul.
Gretl menyelamatkan ilusi dari mereka berdua, memberikan akhir bahagia untuk orang-orang yang berhati baik, suka menolong, tidak mengambil jalan pintas.

Tidak ada yang namanya temperamen seniman. Hanya amatiran yang bertemperamen buruk. Seniman sejati mengerjakan tugasnya dan tidak menggerutu.

View all my reviews >>

Spring-Heeled Jack (Jack Si Pelompat: Kisah Tentang Keberanian dan Kejahatan)

Spring-Heeled Jack (Jack Si Pelompat: Kisah Tentang Keberanian dan Kejahatan)Spring-Heeled Jack by Philip Pullman

My rating: 3 of 5 stars


Sebuah cerita dengan moral yang baik. Sebenarnya akhirnya bisa ditebak dari awal, namun supaya menyentuh kekanak-kanakan cerita dan cerita berilustrasi ini, jadinya seru.
Bagus untuk cerita anakku nanti kalo dia sudah masuk TK/SD.
Memotivasi untuk jadi pendongeng yang baik.

View all my reviews >>

Drunken Molen: Kumpulnya Kisah Tidak Teladan (Cacatnya Harian Pidi Baiq)

Drunken Molen: Kumpulnya Kisah Tidak Teladan (Cacatnya Harian Pidi Baiq)Drunken Molen: Kumpulnya Kisah Tidak Teladan by Pidi Baiq

My rating: 3 of 5 stars


Senin, 23 Maret 2009
setting : KRL
Pagi yang cerah setelah sesorean kemarin hujan besar yang mengakibatkan halaman depan dan belakang nampak seperti kolam, buku yang kuputuskan menemani perjalanan pagi ini adalah Drunken Molen, karya Pidi Baiq.
Sesampai di stasium yang alhamdulillah, KRL langganannya masih ada, langsung ngambil gerbong nomer 2 dari depan dan buka kursi lipat (maklum, orang telat nggak kebagian kursi resmi ).
Sempat tengok kiri kanan, ya ampun.. bener nggak ya aku bakal baca buku ini disini? Nanti kalo ngikik-ngikik gak jelas, diliatin orang-orang , dianggap penumpang tak berbudaya lagi. Ternyata hanya ada ibu-ibu dan bapak-bapak di sekelilingku yang asyik baca koran, membuatku tak merasa bersalah untuk membuka buku ini. Cuek ajalah, kalo emang ceritanya lucu dan harus ketawa, kan nggak kenal ini sama sebelah.
Sesudah Syukuran Naruto, sampai di kisah Drunken Molen, agak terhenyak karena ceritanya biasa aja. Kurang lucu. Ato karena masih jaim takut diliatin ma sebelah? Tapi yang di Dirgahayu Bolu Ketek mengharukan, soalnya doorprizenya lucu-lucu.
Mulai deh senyum-senyum sendiri.. Ketika mendongak, wah, sekarang di depanku ada mas-mas dengan pakaian rapi lengan panjang garis-garis bawa tas ransel dengan merk terkenal, entah dia sales asuransi atau asisten manager bank terkenal, yang langsung memalingkan pandangannya ketika aku melihatnya. Ih, ketangkep basah nih yee.. Mau juga mas baca bukunya.. (kalau aku Pidi Baiq, pasti orang ini udah tak ajak ngobrol).
Jadi sekalian takpameri bukunya di mukanya dia (lha KRL tambah penuh). Sayang sekali cerita berikutnya ”TTS Kebut, I Am Sterdan, SMP Lion King”, mampu membuat aku jaim dan hanya senyam senyum norak.
Namun ”Tangga Studio Foto, Patung Pengamen, Basa Basi Bisu” bisa membuat ketawa karena... ya ampyun.. ancur banget sih ni orang. Ups, untung ketawanya ditutupi buku, jadi nggak keliatan ma mas-mas sales asuransi alias asisten manager. Atau mungkin juga dia denger? Posisi udah berdiri nih, siap-siap turun. Mungkin kalau mas-mas itu ketemu aku kemarin waktu aku lagi baca ’Kota Rumah Kita’ Marco Kusumawijaya, persepsinya tentang diriku akan beda daripada sekarang. Mungkin dia akan berpikir diriku adalah cewek pemerhati kota, bukannya pembaca kumpulan komedi seperti sekarang. Atau mungkin juga dia tidak berpikir apa-apa.. Memangnya di dalam KRL harus mikir? Ada juga harus jaga keseimbangan kan..
o ow, pintu dimana aku berdiri berhenti tepat di alur sebrangan stasiun manggarai. Ketika pintu terbuka, jadi harus lompat 60 cm. Hop!

Di siang hari bolong
setting: ruang makan kantor
Sesempatnya dibaca 'Cuidad de La Habana'ngapain sih orang ini ke Havana? kekurangan orang lucu ta? 'Lowongan Mulia' ini sih sumpah kerjaan iseng banget, tapi bisa buat pertimbangan kalo ngirim lamaran ini ke mantan bos yang buka lowongan. ' Djoko Gledek' mhhk.. bikin keselek minum ngebayangin anehnya muka si pelayan ngeliat Pidi ngobrol ma 'teman khayalannya'

Sesudah Badai
setting : KRL (lagi)
Tau nggak, gara-gara aku baca Pidi Baiq lagi, tadi hujan badai di Jakarta.. Duh, bunyinya menderu-deru sampe atap pada bocor dan sebagian penghuninya berpindah tempat.
Jadilah abis magrib aku pulang dengan keinginan yang besar untuk menyelesaikan buku ini. Waduh, ternyata karena tadi hujan jadi KRL telat dan penuuh banget, aku cuma dapet nyempil di pintu dan senderan cari posisi senyaman mungkin untuk ngikik.. Seraya melongok-longok mana ya manusia serupa mas-mas tadi pagi, adanya cuma sekumpulan manusia berwajah Garut (emang sunda pisan tampangnya).
Membaca 'Serabi The Beatles', 'The Nazar', 'Berburu UFO' adalah sisi lain Pidi sebagai manusia kaya yang baik hati yang lebih suka beramal daripada pelit, namun juga menimbulkan kesan iseng tiada duanya.
Akhirnya aku ketawa terkekeh2 di depan sekumpulan manusia Garut tersebut membaca cerita 'Napak Tilas'
Oh, mengapa jadi sepi rumah ini? Oh, mengapa saya jadi nanya itu terus? Ibu belum pulang juga dari pergi. Ingat ibu lagi, ibu saya yang kini tua adalah yang dulu lincah, adalah yang dulu pernah jadi instruktur senam pada setiap jumat pagi di GSG. Itu ibu adalah ibu saya yang pada suatu hari, sepulang dari GSG, tanya-tanya cari tahu siapa orangnya yang sudah sengaja menukar isi kaset SKJnya dengan kaset ceramah Zaenuddin MZ., sehingga bukan musik SKJ yang lalu terdengar oleh ibu-ibu yang siap senam, tapi suara Bapak Haji Zaenudin MZ menyapa "assalamualaikum" untuk memulai ceramahnya.
Entah kenapa bagian ini lucu banget, sampe ketika mengetiknyapun aku ketawa lagi. Gak kebayang aja muka ibu-ibu itu, atau ngebayangin muka ibuku sendiri (yang juga ngajar senam lansia) kalo ada anaknya yang bandel ngerjain dia kayak gini..
Kikikik...

View all my reviews >>

One Thousand and One Arabian Nights: Kisah 1001 Malam

One Thousand and One Arabian Nights: Kisah 1001 MalamOne Thousand and One Arabian Nights: Kisah 1001 Malam by Geraldine McCaughrean

My rating: 4 of 5 stars


Selama ini aku hanya tahu kisahnya sepotong-sepotong..
tapi kalau dibukukan gini, yah baru nemu aja,
Princess Syaharade yang pandai bercerita selama 1001 malam untuk menghindarkan dirinya dari penggalan algojo suaminya. Kisah Sinbad, Alibaba, Pangeran dan Putri, dan kisah-kisah menawan lainnya...

Tapi ceritanya koq tidak 1001 kisah ya??

View all my reviews >>

Peter Pan in Scarlet (Peter Pan Berjubah Merah)

Peter Pan in Scarlet (Peter Pan Berjubah Merah)Peter Pan in Scarlet by Geraldine McCaughrean

My rating: 2 of 5 stars


Apakah setelah dewasa kita harus kehilangan sisi kanak-kanak kita?
Apakah setelah dewasa kita tidak boleh tertawa terbahak-bahak, berlarian kesana kemari, jahil dan iseng ngerjain temen, berpura-pura menjadi seseorang?
Apakah setelah dewasa kita harus selalu disibukkan dengan pekerjaan, angka-angka tagihan, anak, pasangan, keluhan-keluhan orang lain?

Kalau ya, susah sekali jadi orang dewasa.
Berlarian sedikit, ngambek, iseng, dibilang kekanak-kanakan.
Lalu apa iya dewasa itu berarti banyak masalah??

Jadi inget beberapa tahun yang lalu, ketika saya sedang becanda dengan adik-adik sepupu yang masih SMP, lalu dibilang kakek bahwa saya kekanak-kanakan.
'What's wrong with it?' Saya udah 25 tahun waktu itu dan merasa inilah diri saya, yang sangat ceria, sehingga diterima dan dicintai oleh adik-adik sepupu saya. Mana mau mereka deket kalau saya sok tua, sok serius, dan nganggep mereka anak kecil.
Jadilah tahun berikutnya saya masih juga lari-larian di sawah dengan mereka. Bahakan yang umur 20 an juga mengikuti.

Inilah cerita Peterpan, dimana menjadi dewasa adalah sesuatu yang salah. Semua harus terus menjadi anak kecil, yang asik bermain-main dan berpetualang. Peterpan yang menjadi pemarah dalam jubah Kapten Hook. Peterpan yang membenci ibunya karena tidak membukakan jendela.
Penemuan ibu-ibu orang tua dari anak-anak Darling.

Tapi menjadi dewasa adalah sebuah proses, dimana kita juga tidak boleh melupakan sisi kekanakan kita, karena suatu saat kita punya anak, tentu akan membangkitkan kembali sisi kekanakan kita.

View all my reviews >>

A Thousand Splendid Suns

A Thousand Splendid SunsA Thousand Splendid Suns by Khaled Hosseini

My rating: 4 of 5 stars


Cerita tentang penderitaan wanita di afganistan ini tidak terlukiskan. Aku membacanya dua hari karena seru banget dan sediiiihhhh bangeett..

Mengharukan sekali, ceritanya bagus, dan penterjemahannya juga bagus, Menceritakan tentang afganistan dari masa ke masa, membuat ku kecil hati karena tidak tahu ada negara yang masih di Asia dan semenderita itu karena perang berkepanjangan. ada Soviet, Mujahidin, Taliban, berganti2 penguasa di sana. Yang rugi siapa? rakyat kecillah yang harus rela mengabdi untuk negaranya, termasuk keluarga Laila, yang kedua kakaknya menjadi martir soviet, dan ayah ibunya tewas terkena bom, yang menyebabkan ia harus menikah dengan suami tetangganya dan menguasai hidupnya, karena peraturan pemerintah membuatnya demikian.

Peraturan bahwa wanita harus berdiam diri di rumah, tidak boleh keluar tanpa suaminya. Lalu kalau mereka janda tidak bisa juga mencari penghasilan, lalu makan apa?? dimana sih otak taliban-taliban ini. Mereka menghidupi rakyatnya juga nggak bisa, malah sibuk belanja senjata untuk perang.

Kisah Laila dan Mariam dengan setting penderitaan masa perang yang berganti-ganti ini, membuat berpikir, untuk apa semua ini??
Kenapa negara lain tuh hobi perang sih?? Kenapa tidak kita belajar untuk ikhlas dan bersyukur atas apa yang kita miliki. Sehingga kita tidak iri atas milik orang lain dan terus berusaha merebut.


View all my reviews >>

Inkheart (Inkheart, #1)

Inkheart (Inkheart, #1)Inkheart by Cornelia Funke

My rating: 4 of 5 stars


Kemampuan yang dimiliki Mo untuk mengeluarkan tokoh-tokoh dalam bukunya mungkin tidak bisa kita ikuti, tapi melihat cara funke menceritakan tentang tokoh Mo, dan cara membacanya yang begitu menghanyutkan, membuat aku ingin memiliki cara baca yang seperti itu.
Kisah seorang anak 'Meggie' dan ayahnya 'Mo' yang pecinta buku, yang terjebak karena tokoh yang dikeluarkan Mo ternyata adalah tokoh jahat 'Capricorn', sehingga mereka hidup berpindah-pindah untuk menghindari Capricorn. Tokoh Elinor yang sangat mencintai buku, hingga tidak berkeluarga, hanya demi buku-bukunya, agak janggal di masa sekarang.
Membaca dalam hati, hanya akan berefek pada pembacanya, namun 'membacakan' dengan suara di depan pendengar, akan mendatangkan sensasi tersendiri yang memang akan 'menghidupkan' tokoh-tokoh dalam ceritanya.
Setting waktu dalam buku ini tidak jelas, aku pikir pada masa tahun 60-70 an, karena buku2nya dalam cerita pun buku lama, dan juga karena rumah-rumah yang saling berjauhan. namun ada cerita telpon genggam dan kartu kredit, berarti saat ini dong? Kupikir juga settingnya di Amerika, namun teryata di Eropa, karena nyebut Genoa, dan juga jalan2 berbatu-batu khas kota tua di Eropa.
Namun selain itu, penceritaan dan penerjemahannya bagus banget.

View all my reviews >>

Drunken Monster: Kumpulan Kisah Tidak Teladan (Cacatan Harian Pidi Baiq)

Drunken Monster: Kumpulan Kisah Tidak Teladan (Cacatan Harian Pidi Baiq)Drunken Monster: Kumpulan Kisah Tidak Teladan by Pidi Baiq

My rating: 3 of 5 stars


salah satu yang bener-bener nampol banget, ya kisah drunken monster!!
ngebayangin tampang istrinya pidi seperti ngeliat muka gue sendiri..
hahaha...
mungkin gitu tampang gue kalo ngeliat suami gue pulang malem sesudah ditelpon gak diangkat-angkat..
mirip banget kejadiannya, dengan cerita yang dibuat-buat dan mimik muka yang dilucu-lucuin.
intropeksi tuh untuk istri yang galak, padahal suaminya bener2 kerja..
(hihihi...padahal sambil nunggu gw online di GR)

View all my reviews >>

Waiting for Daisy: A Tale of Two Continents, Three Religions, Five Infertility Doctors, an Oscar, an Atomic Bomb, a Rom

Waiting for Daisy: A Tale of Two Continents, Three Religions, Five Infertility Doctors, an Oscar, an Atomic Bomb, a RomWaiting for Daisy: A Tale of Two Continents, Three Religions, Five Infertility Doctors, an Oscar, an Atomic Bomb, a Rom by Peggy Orenstein

My rating: 4 of 5 stars


Lho.. koq blum ada yang review.. padahal kan dibagi gratis ke yang ikut Jelajah Rahasia Meedee 2..

Caara menulisnya sih biasa aja (atau terjemahannya yang ga begitu bagus), tapi ceritanya menarikk sekali..
Kisah wanita ini, seorang penulis workaholic yang tiba2 ingin punya anak di umur 36 tahun, sudah mencoba berbagai macam cara, mulai dari minum pil penyubur Clomid, minum ramuan biarawati, ikut bayi tabung, dapat donor sel telur, akupuntur, bahkan adopsi anak dari Jepang.. semuanya gagal.
Ia sangat terobsesi oleh keinginannya untuk punya anak.
Tiga kali ia hamil dalam namun tidak pernah mencapai enam minggu, Semua berakhir di meja kuret.
Ia hanya punya satu indung telur dan pernah menderita kanker payudara.
Beruntunglah ia punya suami seorang sutradara film asal Jepang yang sangat mencintainya dan sangat sabar dan penuh pengertian untuk mengerti keresahan hatinya.
Ia bahkan dapat donor sel telur dari salah satu fans bukunya, namun cara inipun tidak berhasil.
Akhirnya, ketika suaminya menyadarkannya untuk tenang dan mulai mnyadari dan menjalani hidupnya seperti biasa lagi, setelah lelah dengan semua cara yang mereka jalani selama enam tahun, setelah ia melepaskan semua stresnya..
Lahirlah Daisy.. di usianya yang ke 42 tahun.

View all my reviews >>

Ketika Cinta Bertasbih 2

Ketika Cinta Bertasbih 2Ketika Cinta Bertasbih 2 by Habiburrahman El Shirazy

My rating: 3 of 5 stars


Buku ini cara penceritaannya sangat deskriptif, kita tidak perlu mengira-ngira makna yang disampaikan. Menengok bagaimana keluarga Anna sebuah keluarga pengurus pesantren, keluarga Azzam yang sederhana tapi tetap rajin beribadah.
Sebagai motivator book, saya rasa ini cukup mengena. Seorang pemuda yang berpendidikan islami namun tetap moderat. Tidak hanya nrimo namun berusaha.
Lebih bagus daripada ayat-ayat cinta yang 'sebenarnya' hanya bercerita tentang cinta, novel ini lebih ke perjuangan Azzam dan keluarganya yang berusaha untuk mengubah hidup mereka.

View all my reviews >>

The Book of Lost Things

The Book of Lost ThingsThe Book of Lost Things by John Connolly

My rating: 4 of 5 stars


Kisah fantasi yang menarik ditulis tentang perjalanan anak-anak mdengan penceritaan yang begitu dewasa.
Terlalu banyak darah disini, kisah-kisah snow white, sleeping beauty, hansel n gretel, yang dibelokkan disini. buku ini banyak adegan kekerasan dengan kampak dan pedang, dan gigitan serigala.
bagi yang penakut, jangan baca!!

View all my reviews >>

Yakuza Moon: Memoar seorang Putri Gangster Jepang

Yakuza Moon: Memoar seorang Putri Gangster JepangYakuza Moon: Memoar seorang Putri Gangster Jepang by Shoko Tendo

My rating: 3 of 5 stars


Sebenernya ini bukan kisah seorang putri yakuza, namun tentang jalan hidup seseorang yang kebetulan adalah putri yakuza.
Kisah Shoko Tendo ini, jadi Yanki, Gundik, Pecandu Narkoba, Tato di badan, apa karena dia adalah putri Yakuza?..
Bukan, ini jalan hidupnya sendiri dan bisa dialami oleh ratusan remaja jepang yang lain.
Kupikir tadinya semua yang dia alami adalah proses menjadi yakuza seperti ayahnya (waktu belum baca..). Kalau dia cerita pengalaman2 sebab akibat menjadi putri yakuza, baru boleh dikasih judul gitu..

View all my reviews >>

Gadis Jeruk: Sebuah Dongeng Tentang Kehidupan

Gadis Jeruk: Sebuah Dongeng Tentang KehidupanGadis Jeruk: Sebuah Dongeng Tentang Kehidupan by Jostein Gaarder

My rating: 4 of 5 stars


Jika hidup ini mempertanyakan darimana kamu berasal dan dimana kan berakhir.
Rasanya lucu nggak bagaimana ibumu bertemu dengan ayahmu? Ada hal2 yang tak ingin diceritakan orang tua ke kita, mungkin mereka malu, mungkin mereka bangga. Ingin rasanya mengingat betapa orang tua kita saling mencintai, seperti Jan Olav dan Veronika. Ingin juga aku menjadi seperti mereka, bercerita mengenai masa muda kita kepada anak kita.
Mungkin Teleskop Hubble tidak ada hubungannya dalam kisah Jan dan Veronika, kecuali bahwa Jan tertarik dengan Teleskop itu.
Kalau Jan bisa melihat Bintang dari rumah kacanya, Georg dari foto teleskop Hubble, Aku melihat Bintang-ku tidur nyenyak di kamarnya setiap malam.
Akan kuceritakan semua kisah kepadanya..

View all my reviews >>

Senin, 23 Februari 2009

Three Cups of a Tea

Three Cups of Tea (Tiga Cangkir Teh) Three Cups of Tea by Greg Mortenson


My review


rating: 5 of 5 stars
Buku yang sangat indah menceritakan soal bagian utara Pakistan, gunung2nya yang indah.. tempat impian semua pendaki, namun tersimpan rahasia dan harta karun dunia..




Greg Mortenson, seorang pendaki gunung asal Amerika, sedang mengadakan penjelajahan di Karakoram, Pakistan, yaitu obsesi menaklukan K2, puncak tertinggi kedua sesudah Everest. Namun, karena rekan satu timnya mengalami HAPE (High Altitude Pumonary Edema), membanjirnya cairan dan darah di paru-paru karena tekanan udara serta tipisnya atmosfer di ketinggian, akhirnya ia merelakan impiannya yang hanya tinggal berjarak 600 m.


Dalam perjalanan turun menuju Askole, Greg terpisah dari rombongannya dan pemandunya, sehingga ia mengambil sisi yang salah. Ia berjalan seminggu tanpa cukup makanan, karena sebagian besar dibawa oleh pemandunya. Ia kelelahan, tertatih-tatih, akhirnya tiba di satu daerah yang tidak dikenalnya.


Korphe, dengan nurmadhar (kepala desa) Haji Ali, yang merawatnya penuh perhatian juga penduduk desa ini yang memperlakukannya dengan istimewa. Ketika kondisinya sudah semakin membaik, ia berjalan2 keliling desa itu dan melihat bahwa anak-anak disitu sekolah di dataran datar perbukitan, tanpa dinding dan atap, dalam udara yang dingin, namun penuh semangat mengerjakan tugas.




‘Aku akan membangun sebuah sekolah untuk desa ini. Aku berjanji.’




Sekembalinya ke Amerika, Greg menabung untuk proyek impiannya ini. Dilayangkannya surat2 ke ratusan alamat yang tidak mendapat sambutan sama sekali. Sampai akhirnya Dr. Jean Hoerni, mantan penjelajah Karakoram juga menemukannya dari sebuah newsletter, dan memberikan sumbangan sebesar 12000 dolar.


Greg membeli semua bahan bangunan di Skardu, dan sempat bersitegang dengan pemuka setampat yang ngin menguasai bahan bangunannya. Ketika akhirnya ia bisa mencapai Korphe lagi, masalah lain menghadangnya. Perlu jembatan untuk membawa bahan bangunan tersebut ke Korphe. Ia kembali lagi ke Amerika untuk mencari dana untuk jembatan yang lagi-lagi didapatnya dari Dr Jean Hoerni, yang akhirnya selesai akhir Agustus 1995.




Dalam perjalanannya kembali ke Korphe, Greg yang sudah menikah dengan Tara Bishop, wanita yang dikenalnya dalam acara amal oleh Hoerni, ia mendapatkan pelajaran dari Haji Ali,


Kali pertama kau minum teh bersama seorang Balti, kau masih orang asing, Kedua kalinya kau minum teh, kau adalah orang yang dihormati. Kali ketiga kau berbagi semangkuk teh, kau sudah menjadi keluarga, dan untuk keluarga kami, kami bersedia untuk melakukan apa saja, bahkan untuk mati sekalipun.”




Haji Ali buta huruf, ia tidak bisa membaca. Ia hanya bisa memandangi indahnya Al Qur’an yang dimilikinya.” Aku tak bisa membaca apapun. Inilah kesedihan terbesar dalam hidupku. Aku akan melakukkan apa saja agar anak-anak di desaku tak perlu mengalami kesedihan yang sama. Akan kubayar berapa pun supaya mereka bisa mendapatkan pendidikan yang menjadi hak mereka.”(hal 285).




Sayangnya, Jean Hoerni menderita sakit parah ketika sekolah itu selesai. Namun di hari kematiannya ia mewariskan satu juta dolar untuk Center Asia Institute (CAI) untuk membangun sekolah2 lain di pedalaman Pakistan.


Perjalanan Greg keliling Pakistan untuk membangun sekolah2 seperti di Hushe, Khaplu, Khane, dan daerah lainnya, bukannya tanpa masalah. Beberapa kali ia diancam oleh fatwa yang melarang dirinya karena mencurigai dirinya akan menyebarkan agama Kristen di wilayah mayoritas muslim yang taat tersebut. Namun dengan ketulusan hatinya dan dukungan penduduk, dan fakta bahwa pemerintah tidak pernah menyentuh pendidikan di daerah tersebut, akhirnya Greg berhasil menyelesaikan proyek-proyeknya.


Bahkan ia sempat diculik ketika berada di wilayah Wazir, daerah selatan Afganistan, karena dikira mata-mata.


Pada masa serangan Taliban terhadap Pakistan, Greg mendirikan pemukiman baru untuk kaum pengungsi, dan tetap mengusahakan sekolah di daerah tersebut.




Setiap ia kembali ke Amerika, Greg selalu melakukan presentasi di banyak tempat, guna mendapatkan dana untuk CAI. Kadang-kadang presentasinya dihadiri puluhan orang, namun pernah sangat kosong sekali.


Pada saat tragedi 11 September, Greg sedang berada di Pakistan dan baru saja ditunjukkan sekolah madrasah Wahabbi, yang mana memasukkan militer dalam kurikulumnya. Pasca tragedi itu, banyak orang Amerika yang diharuskan pulang ke negaranya, namun Greg tidak pulang, dan pada saat peresmian sekolah Kuardu mendapatkan pelajaran,


“Aku meminta Amerika agar menatap jauh ke dalam hati kami,” Syed Abbas melanjutkan, suaranya bergetar karena emosi,”dan melihat bahwa sebagian besar dari kami bukanlah teroris, hanya orang baik dan sederhana. Negara kita dihantam kemiskinan karena kita tak terdidik dengan baik. Akan tetapi hari ini, satu lagi pelita pengetahuan telah dinyalakan. Dengan nama Allah Yang Maha Kuasa, semoga cahaya ini menerangi jalan kita untuk keluar dari kegelapan yang selama ini mengurung kita.”(hal 481).




Dalam pidatonya di Capitol Hill, Greg menyatakan,” Saya melakukan apa yang telah saya lakukan ini untuk memerangi teror, saya melakukan ini karena saya sayang dan peduli pada anak-anak. Memerangi teror barangkali ada di nomor tujuh atau delapan dari daftar prioritas saya. Tetapi dengan bekerja di sana, saya telah mempelajari beberapa hal. Saya belajar bahwa terorisme tidak terjadi lantaran segelintir orang di suatu tempat seperti Pakistan dan Afganistan tahu memutuskan untuk membenci kita. Hal itu terjadi karena anak-anak tak ditawari masa depan yang cukup baik agar mereka memiliki alasan untuk memilih hidup daripada mati.” (hal 546).




Amerika seharusnya memiliki lebih banyak sosok seperti ini sehingga kekayaannya bisa dibagikan melalui pendidikan, bukannya mempersenjatai diri dengan peralatan militer yang serba canggih, namun tidak memahami sisi kemanusiaan di daerah yang didaratinya. Greg Mortenson adalah pahlawan kemanusiaan dekade ini.





View all my reviews.

Jumat, 06 Februari 2009

Paris Pandora

Paris Pandora Paris Pandora by Fira Basuki


My review


rating: 4 of 5 stars
Saya suka karya2 Fira Basuki. Akhir2 ini novelnya membawa genre yang tidak mainstream.

Setiap novelnya selalu menyajikan sesuatu yang baru.

Rojak, menceritakan tentang kawin campur, Alamak dengan tata bahasa dan cara penulisan yang berima.

Astral Astria, bernuansa mistis tetapi ini sebenarnya menerangkan tentang kebudayaan kepercayaan kejawen jawa.



Paris Pandora, juga bernuansa mistis dan kepercayaan, tapi mungkin ini adalah sesuatu yang mulai hilang dari novel2 sekarang ini.

Sementara penulis2 wanita lainnya menuju budaya plural dan modern, Fira berhasil menjelaskan tentang seorang wanita yang sudah mendunia, namun tetap rural, berusaha untuk tahu akar budayanya sesungguhnya. eksplorasinya tentang budaya ini yang membuat novel ini menjadi kuat.



Novel ini bukan tentang wanita di jantung ibukota yang tinggal di apartemen, sibuk dengan pekerjaan, dan bergulat menemukan cinta, seperti layaknya chiklit2 lain indonesia.

Tapi tentang wanita menemukan jati diri, untuk merunduk seperti padi yang mencari akarnya, dan Astria mencari cintanya.



Astria yang melalui perjalanan roh dalam Astral Astria, sekarang bertemu dengan makhluk2 seperti Naga dan Gargoyle, masih dapat membaca kematian orang, dalam pencariannya terhadap jiwa kekasihnya yang hilang dan harta karun yang ditinggalkan oleh leluhurnya Ratu Sima.

Perjalanan ke Paris, Bali, Dieng.



Tidak banyak generasi sekarang yang berusaha ingin tahu budaya di mana darah mereka berasal, lainnya hanya berusaha tampak modern, global, trendy. Dimana kekuatan budaya dikalahkan oleh sains, engineering, agama, psikologi, dll. Fira melalui Astria tidak seperti itu.



Dengan cara penceritaan yang ringan, Fira menjelaskan tradisi2 di Kawasan Dieng, lagu, lelakon yang harus dijalani, maksud dari tradisi di atas.

Sebagian orang2 sekarang menganggap itu menjurus ke syirik, padahal budaya beda dengan agama. Hanya dengan iman yang kuat terhadap agama yang kita peluk dapat memilah-milah mana yang kita ikuti, atau hanya kita ketahui saja tentang lelakon budaya ini.



Fira hanya ingin kita tidak lupa pada budaya lokal kita, disamping kita berpedoman pada agama dan berpandangan modern.


View all my reviews.