ulasan. resensi. kesan.

ulasan. resensi. kesan. ini bukuku, apa bukumu?

Selasa, 02 Oktober 2012

Winter Dreams

Winter DreamsWinter Dreams by Maggie Tiojakin
My rating: 5 of 5 stars

129. Most truth are not worthy of the lies we create to conceal them; for it is in the absence of lies that the truth almost always become irrelevant, unimportant.

Siapa punya impian Amerika? Setiap orang yang pergi ke Amerika selalu punya angan-angan untuk meraih keberhasilan di negeri ini. Tak sedikit di antara mereka juga yang merupakan pelarian dari negerinya yang kebetulan sedang kacau, atau juga pergi dari masalah-masalahnya sendiri. Karena itu kedutaan Amerika menjadi sensitif, mengingat negerinya adalah impian seluruh dunia untuk bertinggal di situ, yang mau tidak tahu bahwa negara ini juga yang menjungkirbalikkan perekonomian dunia. Untuk mendapatkan visa Amerika saja seseorang harus melalui serangkaian wawancara (yang belum tentu berhasil) dan akan lebih mudah apabila paspormu sudah bercap berbagai negara. Wow, Amerika sebagai negara saja seperti tahapan tertinggi untuk pencapaian kunjungan. Glam-nya Vegas, calm-nya New York, pride-nya Washington, georgeous-nya Chicago, naughty-nya Los Angeles, seolah menjadi daya pikat untuk mendatangkan uang untuk penduduk negara dunia ketiga, juga menjadi warga dunia yang 'gaul' ketika berkata mereka bertinggal di negara adidaya itu.

141. Life has a strange sense of humour, and sometimes God makes up for it by working in mysterious ways.

Sahabatku di kantor yang lama mendapat kesempatan untuk tinggal di Seattle, Amerika untuk mengikuti istrinya yang mendapat tugas di sana. Awalnya terasa berat untuknya namun setelah ia mendapatkan pekerjaan, ditambah dengan kecakapannya berbahasa, ia memutuskan untuk tinggal di Amerika. Kedua anaknya lahir di sana, di foto-foto mereka terlihat begitu bahagia. Beberapa kali atasanku yang sering ke Kanada bertemu dengan pasangan ini. Pernah dalam satu kesempatannya pulang ke Indonesia, ia berkata, "Kayaknya lebih enak tinggal di sana, In. Lebih teratur, lebih rapi, mau membesarkan anak-anak juga enak, pendidikan bagus." Wha, berarti ada kemungkinan ia nggak pindah lagi ke Indonesia. Sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, mengingat ia dan istrinya memiliki saudara kandung yang tinggal di negara-negara lain juga. Jadi terpisah dengan keluarga besar ribuan kilometer sudah biasa baginya.

172. Sebagai warga ilegal, aku termasuk dalam kategori buronan. Aku sedang berlari bahkan saat aku duduk. Aku sedang berlari saat aku tidur. Aku lelah berlari terus. Aku tidak tahu hendak ke mana.

Tidak semua orang berhasil di Amerika. Salah satu mantan atasanku, senior arsitek berkewarganegaraan Filipina (the handsome one), yang sudah menjelajah berbagai negara untuk bekerja, memilih Amerika sebagai salah satu goal sesudah Singapura, Jepang, Hongkong, mendapati bahwa Amerika tak semudah bayangannya semula sebagai seorang profesional. Mula-mula ia bekerja pada sebuah konsultan kenamaan yang memukulnya mundur pada krisis ekonomi tahun 2008 lalu (dan hoi, sampai sekarang Amerika masih krisis dengan utang membengkak gara-gara membiayai perang).
“When America crisis, I got fired from the company I worked, then I listed 100 consultant or contractor company, and I applied all of them, but no vacancies, no project, no job. They are bankrupt.” Kemudian akhirnya ia beralih ke kenalan-kenalannya di Asia, yang ternyata membawanya ke Indonesia kembali. “One thing that I don't like America is during winter. It was very cold. I had to walk from my house to bus station within hard wind everyday to my office.” Sekian lama tidak mendapatkan pekerjaan, akhirnya ia menyerah dengan Amerika, lewat koneksinya sewaktu tinggal di Indonesia, ia dipercaya untuk menangani sebuah proyek mal di Jakarta. Ia berangkat ke Asia.
Apakah ia menyesal? Sepertinya tidak. Sebelum ia kembali ke Filipina untuk mengelola perkebunannya (ya, ia memutuskan untuk pensiun jadi arsitek dan menjadi tuan tanah saja), ia bercerita bahwa anak pertamanya (yang juga bercita-cita menjadi arsitek) akan kuliah di Amerika dan mencari pekerjaan di sana. He is encourage his kid to challenge America.

187. Entahlah, aku tak tahu jawabnya. Menurutku tidak ada yang murni dari diri manusia. Saat orang membicarakan jiwa yang murni, aku tidak tahu apa maksudnya. Apa itu mengacu pada seseorang yang tidak berdosa atau seseorang yang berniat baik? Semua orang berdosa. Niat baik itu relatif. Aku tidak tahu. Di mana satu batas berakhir dan batas lain dimulai. Tidak ada yang murni.

Nicky F. Rompa, tokoh di buku ini, melarikan diri dari Indonesia, tanpa satu pun impiannya tentang Amerika. Ia tinggal dengan sepupunya, pacarnya, kemudian tinggal sendiri menjaga toko, lalu mendapatkan tantangan menjadi supir limosin, kemudian hidupnya terus bergulir..

Jika dilihat dari fragmen hidup Nicky, tak ada yang istimewa dengan yang dijalaninya. Namun hebatnya Maggie dengan buku ini, ia menceritakan hal-hal yang dialami Nicky dengan detail. Tempat-tempat, suasana yang dilalui, gelisahnya mengisap kokain, gerahnya mengenakan seragam supir, kendaraan-kendaraan yang dinaiki, seolah aku berada di sebelah Nicky untuk melihat apa yang ia lakukan, apa yang ia rasa, mendengarkan gelisahnya, ketakutannya, keriaannya, gairah dan debarannya.

Nicky yang mengawali kehidupan Amerika-nya dengan hura-hura ala anak muda, sebelum satu kejadian membuatnya harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Nicky yang terperangkap pada cinta yang tidak bisa ia miliki (tapi ia harus saksikan).Ia tidak memiliki impian apa pun ketika tiba di Amerika, sampai pada satu titik ia menulis. Di situlah ada orang yang membesarkan hatinya untuk terus menulis apa yang ada di pikirannya, dan berbesar hati akan tanggapan orang. Ia belajar berani untuk mengambil langkah yang ditempuhnya, apakah melanjutkan hidup yang biasa-biasa aja, atau mencoba mencari impian di negeri yang ia tak berhak juga berada di situ.

128. Penulis fiksi tidak bisa menyimpan rahasia. Untuk menyampaikan pesan kepada orang lain, seorang penulis harus bisa membuka dirinya - seluas dan sedalam mungkin - untuk dicela, dicemooh dan dilihat orang. Ini resiko profesi. Fiksi adalah bentuk tulisan paling jujur yang akan pernah kau temui. Imajinasi adalah manifestasi pikiran, iman, serta ketakutan. Tiga hal yang membentuk pribadi manusia. Tanpa imajinasi, kita - penulis - tidak punya apa-apa.

Hidup kita, hidup Nicky. Di sini, di sana. Sama saja. Cuma keberanian dan impian kita yang akan menentukan ke mana hidup akan berjalan. Sedikit keberuntungan, selain itu ada kerja keras.

"Now follow your gut and try to keep up with the game!"





View all my reviews

1 komentar:

Peri Hutan mengatakan...

ak mau baca ini, banyak y6g bilang bagus, jadi g sabar baca :)