ulasan. resensi. kesan.

ulasan. resensi. kesan. ini bukuku, apa bukumu?

Kamis, 12 Agustus 2010

9 dari Nadira

9 dari Nadira9 dari Nadira by Leila S. Chudori

My rating: 5 of 5 stars


kami menemukan sebuah sosok yang telentang bukan karena sakit atau terjatuh, tapi karena ia memutuskan : hari ini, aku mati.
kemala suwandi. ibu nadira.

Nadira pikir ia kuat, tapi ia menangis di ujung, dan tangis hanyalah bentuk emosi.

Nadira pikir ia bersahabat dengan Nina, namun kakaknya hanyalah seseorang yang ambisius dan tidak mau mengalah, serta rapuh hatinya.

Nadira pikir ayahnya sekuat dirinya, ketika sang ayah terus bercerita tentang kejayaannya sebagai wartawan.

Nadira pikir ia sabar, ketika seorang narapidana membuka luka hatinya dan memaksanya bertindak kelewat batas.

Nadira pikir ia cinta. Hanya cinta yang mengeluarkannya dari keterpurukan gelombang hitam dan air mata yang mengungkung.

Nadira pikir ia jatuh cinta.
wahai matahari yang melahirkan pagi
surya yang mengungkap seorang panji
jangan segera datang
biarlah malam tetap berjelaga
kita menjadi sosok tanpa nama


Nadira pikir ia mati, dunia terus bergerak di sekelilingnya, dan ia hanyut di dalamnya, hanya mengikuti ritme semata.

Nadira pikir ia tak tahu apa-apa. Cinta memang datangnya tepat, namun tanpa muslihat sehingga semuanya terlambat.

Nadira pikir ia harus pulang, harus tahu dan harus membuat keputusan.

***
Topeng-topeng manusia hidup dalam topeng. Dalam wajah ceria tersimpan duka, dalam wajah harap tersimpan luka, sementara yang lain tak tahu apakah harus sedih untuk mendapatkan cinta.

Siapa yang tahu isi hati Kemala, Bram, Nina, Utara Bayu, Niko Yuliar, Gilang Sukma. Berbagai sudut pandang tentang Nadira membingkai kehidupannya yang penuh teka teki dan warna.

Nadira yang sedih tenggelam dalam kehilangan sang ibunda. Apa yang tampak di kulit luar mereka ternyata tak mampu menyembunyikan kebobrokan, kesedihan, dan kepedihan orang-orang di sekitarnya. Perlahan Nadira mulai mengerti. Kepalsuan untuk membingkai sesuatu yang bernama kebahagiaan.
Atau kebahagiaankah yang didapat dari jalan terlarang?

Nadira terus mencari. Menyelidiki. Menemukan.

***
Dengan latar belakang cerita yang sama dengan skenario Dunia Tanpa Koma, Leila memotret seorang jurnalis yang dibingkai dalam cerita ini, digambarkan amat jauh lebih bagus, dengan karakter yang kuat dan menonjol.

Jalinan cerita yang memerangkap dan membius.Lalu kuberikan bintang bintang bintang bintang bintang untuk 9 dari Nadira.





View all my reviews >>

Tidak ada komentar: