ulasan. resensi. kesan.

ulasan. resensi. kesan. ini bukuku, apa bukumu?

Kamis, 12 Agustus 2010

Giganto: Primata Purba Raksasa di Jantung Borneo

Giganto: Primata Purba Raksasa di Jantung BorneoGiganto: Primata Purba Raksasa di Jantung Borneo by Koen Setyawan

My rating: 4 of 5 stars


Buka hal 217 dan silahkan ngaca!!
Maka kau boleh pilih seberapa mirip dirimu..

Susur sungai, masuk hutan, berjuang di riam, memasuki goa, lewat kolam bawah tanah, sampai berada di balik air terjun, membayangkan bagaimana kita dalam situasi seperti itu, seperti dibawa dalam film ala Jurrasic Park, Anakonda, atau film2 petualangan pencarian harta karun. Gaya bercerita mengalir dan Hollywood banget. (Aku rasa mas Koen pasti menonton film-film ini juga). Aku belum pernah baca Michael Crichton sih, jadi nggak bisa ngebandingin juga, tapi istilah-istilah yang dipakai di buku ini cukup umum, jadi pembaca kebanyakan mudah mengerti. Apa Mas Koen mengikuti selera pasar?? Nggak tahu juga sih..

Saya seperti mendapatkan pengetahuan tentang primata ini dari seorang pendongeng ulung. Dengan memakai ilmuwan-ilmuwan peneliti untuk menuturkan, bahasa sederhana yang tidak menggurui, menjelaskan tentang kealamian hutan hujan tropis ini dan situasi yang ditemui di dalamnya, lengkap dengan lintah dan pacetnya. Bagi yang suka berpetualang, tentu akan bisa membayangkan membuka jalan dan melintasi sesemakan.

Bagian favorit saya adalah bagian perjalanan Ruhai, yang menjelaskan kealamian Hutan terlarang.
Bunga-bunga jahe yang kuncup muncul merah menyala seperti obor yang menyala di antara tanah hutan yang temaram. Cabang-cabang pohon besar menyembunyikan anggrek yang berkilauan di antara ketiaknya dan anggrek tanah mengintip malu-malu dari balik akar pohon raksasah.284.
Penggambaran yang membuat jiwa petualang saya bangkit dan ingin menjelajah kesana dan berjingkat diantara kanopi pohon. Dan saya masih penasaran dengan teknik tree climbing (h.9) yang memungkinkannya bergelayutan dengan tali prusik di atas pepohonan raksasa sambil menggunakan teropong dan kameranya di saat bersamaan.

Buku ini cocok dibaca segala usia, dapat juga bagian-bagiannya didongengkan kepada anak-anak. Gaya penulisannya mengingatkan saya pada Dwianto Setiawan, Bung Smas, Arswendo, pada waktu saya SD dulu. 3 ½ bintang untuk ceritanya, tambah ½ untuk petualangannya.

Alam adalah tempat belajar tentang kehidupan. Dimana terbuka semua sifat baik, tulus, jahat, iri, egois, dendam. Jangan pernah melawan alam. Kompromi dengannya. Atau alam akan melawan.

Udah ngacanya??



View all my reviews >>

Tidak ada komentar: