ulasan. resensi. kesan.

ulasan. resensi. kesan. ini bukuku, apa bukumu?

Kamis, 12 Agustus 2010

Soliloquy

SoliloquySoliloquy by Rimura Arken

My rating: 3 of 5 stars


Dilema pria kesepian yang mengaku mencinta tapi bersembunyi dalam topeng bahasa yang puitis. Puluhan lembar ia tuliskan dalam kata-kata yang menjadi tameng kerinduan.
Arken, mahasiswa filsafat perguruan tinggi di Bandung, bercerita pengalaman masa kuliahnya, perjuangannya mengatasi kebosananan, pencarian jati diri, ngefans dengan Samurai X dan OnePiece, nongkrong di kampus, kopi dan rokok, melamun, merindukan cinta. Mengidolakan Musashi. Membaca Sartre dan Descartes. Menulis surat yang tak terkirimkan. Buku harian teman setia. Dan teman-teman segerombolan yang bersahabat. Jatuh cinta pada teman sekampus, namun tak kuasa mengungkapkan. Rere..

Saya rasa, banyak diantara kita yang bernasib seperti Arken. Terpenjara dalam kata-kata, dalam lingkup batin bernama cinta dalam kesepian. Lalu menghibur diri dengan bilang cinta belumlah waktunya. Menenggelamkan diri ke belajar dalam upaya melupakan.

Ngenes? Tragis? Bodoh? Pedih?
Ooh, I miss you guys...
teman-teman cowok masa kuliah dulu...
buku ini kaliaaann bangeeettt...

seperti curhatan sehari2 yang sering saya dengar, diantara jeda rapat, kartu, kantin, nongkrong, sambil main gitar dan menyanyikan lagu menyayat hati... dan saya jadi pendengar yang baik, sambil tertawa-tawa kecil dan meledek...

keberanian mengungkapkan hati? oh, come on.. be realistic dan berbesar hati..

Sepotong surat Arken kepada Rere
Tahukah kamu, bahwa sedari mula aku senantiasa meyakinkan diriku, kamu adalah rembulan di hamparan gulita malamku. Namun, pada akhirnya kamu hanya mampu menjadi lilin yang begitu mudah padam tertiup angin.
...
...
Pada akhirnya, hidup menjadikan kita harus percaya, namun entah pada ayat yang mana. Sebab tak ada yang pernah mendatangkan senyap pada kita. Semuanya berujar! Semuanya bergumam! Hampir tak bisa lagi kita merehatkan indera di sana. Sungguh, kalau kau tahu ada lazuardi jarak tak tergenggam antara mendengar dan merasa.


Membuat pada posisi Rere. Diingat, dikenang dan tak mudah dilupakan. Mungkin benar, kita hanya butuh satu menit untuk bertemu, satu jam untuk mengenal, satu hari untuk mencintai, namun butuh seumur hidup untuk melupakan.

Hmm.. Life is about simple and not simple. Sweet November.

Cocok dibaca oleh kalian yang butuh teman curhat. Begini mungkin perasaan haru biru cowok. Sementara dalam posisi Rere, bagaimana??




View all my reviews >>

Tidak ada komentar: